Bermartabat Headline

Gubsu Tidak Mau Rakyatnya Kecewa Akibat Beras Bau Apek

mediasumutku.com | MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Kementerian Perdagangan menemukan beras impor medium bau apek milik salah seorang pedagang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pusat Pasar Medan, Rabu (4/12).

Saat menemukan beras impor bau apek tersebut dia langsung menanyakan kepada pedagang dari mana beras itu didapatkan dan dari pedagang diketahui beras tersebut berasal dari Bulog.

Atas informasi tersebut Gubernur Sumut bersama rombongan langsung menuju ke gudang Bulog di Jalan Mustafa Medan yang saat itu juga ada dalam acara rangkaian Rakor dan Identifikasi Ketersediaan dan Harga Pangan Pokok.

Kepada petugas Bulog dia lalu meminta untuk memperlihatkan beras impor medium dan memang menemukan beras tidak layak konsumsi tersebut di gudang penyimpanan.

“Nanti kita evaluasi dulu bersama Kemendag dan ini saya sebagai Gubernur Sumatera Utara saya tidak mau rakyat saya sakit dan kecewa, tapi saya juga tidak bisa semena-mena menghardik dan memutuskan, karena ini harus ilmiah dan hasil sampel kita bawa ke laboratorium,” kata Edy Rahmayadi.

Di tempat yang sama Direktur Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono mengatakan pihaknya akan memastikan kondisi yang ada di lapangan dan akan mengkoordinasikan dengan Bulog.

“Hasil temuan ini akan kami koordinasikan dengan Bulog baik itu di pusat dan di daerah akan kita tindak lanjuti, nanti kita lihat dan uji di laboratorium apakah masih bisa layak dikonsumsi atau tidak,” katanya.

Sementara Kepala Divre Bulog Sumut Arwakhudin Widiarso mengatakan, secara visual beras tersebut terlihat bagus dan saat dibeli juga kondisinya masih bagus.

“Namun persoalannya hanya pada umur simpan beras. Tidak semua juga beras itu bau, hanya sebagian saja yang bau. Kami juga akan melakukan uji sampel di laboratorium,” katanya sebagaimana disiarkan Antara.

Sidak yang dilakukan gubernur bersama Kemendag tersebut juga dilakukan untuk mengetahui berbagai harga kebutuhan pokok di pasar serta mengantisipasi adanya lonjakan harga akibat penimbunan bahan pangan dan memantau harga komoditas pangan menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2020.