Ekonomi

Harga Emas Semakin Jauh dari Puncak Tertinggi

mediasumutku.com | JAKARTA -Dalam hampir tujuh terakhir harga emas hari ini semakin menjauh dari puncak tertinggi menyusul ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mereda.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 22.15 WIB, harga emas hari ini di pasar spot turun 0,35% menjadi US$ 1.550,90 per ons troi, setelah sebelumnya merosot ke US$ 1.539,78 per ons troi.

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,57% ke level US$ 1.551,30 per ons troi. Harga emas melonjak 2,4% pada Rabu (8/1) pagi untuk menembus level kunci US$ 1.600.

Harga emas meroket kemarin pagi setelah serangan balasan Iran atas pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak pada Rabu dinihari.

Tapi, Presiden AS Donald Trump menanggapi serangan rudal dengan sanksi ketimbang tindakan militer. Sedang para pejabat Iran mengatakan, serangan rudal menunjukkan tanggapan mereka atas pembunuhan Kepala Pasukan Quds oleh AS.

Pernyataan tersebut mengurangi kekhawatiran konflik yang lebih luas di Timur Tengah, dan mendorong aksi jual aset safe haven seperti emas.

“Karena Iran dan AS tidak akan meningkatkan masalah baru-baru ini di luar proporsi, kami melihat sedikit retracement setelah emas menembus level kunci US$ 1.550,” kata Bernard Sin, Group Head of Trading MKS, kepada Reuters.

“Meskipun masih tampak kemarin pagi harga emas bisa naik lebih lanjut di belakang situasi yang meningkat di Timur Tengah, koreksi harga kemungkinan akan berlanjut jika terjadi penurunan,” tulis Analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Lebih lanjut membebani emas adalah indeks dolar AS yang melayang mendekati level tertinggi dalam dua minggu belakangan. Ini membuat emas batangan mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Dolar AS telah berada di sisi positif selama 2-3 hari terakhir, dan jika naik lebih jauh, pasti kita bisa melihat lebih banyak koreksi harga emas,” kata Hareesh V, Head of Commodity Research Geojit Financial Services, kepada Reuters.

Pasar sekarang menunggu data ekonomi utama AS, seperti non-farm payrolls dan angka pengangguran