Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Mobile
Media Sumutku Mobile
Media Sumutku Mobile
Media Sumutku Mobile
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Landscape
Media Sumutku Landscape
Media Sumutku Landscape
Media Sumutku Landscape
previous arrow
next arrow
Ekonomi

Harga Emas Spot Mendaki di Posisi US$1.509,22/Ons Troi

×

Harga Emas Spot Mendaki di Posisi US$1.509,22/Ons Troi

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | JAKARTA – Menjelang akhir pekan ini. Jumat (4/10) pukul 09.17 WIB Harga emas spot melanjutkan kenaikan. Harga emas spot berada di US$ 1.509,22 per ons troi, menguat 0,27% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan kemarin.

Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.515,00 per ons troi, naik 0.08% dari harga kemarin pada US$ 1.512,80 per ons troi.

Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memburuk, seperti indeks aktivitas manufaktur yang mencapai level terendah dalam 10 tahun, indeks sektor jasa yang mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir, serta data tenaga kerja yang lebih rendah daripada prediksi, menyebabkan investor kembali menyentuh safe haven.

Baca Juga:   Analis: Emas Antam Bakal Berkilau Pekan Ini

Apalagi, Rabu pekan ini AS mengumumkan akan menerapkan tarif impor 10% untuk pesawat Airbus, serta 25% untuk berbagai produk impor dari Uni Eropa.

“Tarif AS terhadap Uni Eropa ini menciptakan ketidakpastian dan potensi kegagalan ekonomi,” kata John Meyer, analis SP Angel kepada Reuters.

Dari Benua Biru, aktivitas manufaktur pun kontraksi pada bulan September dan mulai mempengaruhi industri jasa. “Hal ini mengindikasikan tekanan pasar dan resesi yang tidak terhindarkan,” imbuh Meyer.

Carlo Alberto De Casa, chief analyst ActivTrades mengatakan bahwa harga emas rebound ke atas US$ 1.500 karena tensi baru perang dagang. “Dalam jangka pendek, tren harga masih bervariasi, tapi jangka menengah-panjang masih positif untuk emas,” kata dia.

Baca Juga:   Peran Aktif Indonesia Dorong Penguatan Kembali Sektor Perdagangan di Kawasan Asia-Pasifik

Investor akan menunggu data tenaga kerja yang akan dirilis malam ini. Jika data keluaran Departemen Tenaga Kerja AS ini juga lebih buruk daripada prediksi pasar, maka harga emas bisa menguat lagi.