Berita Sumut Headline Nasional

Hari Ini Aksi GPPD di Depan Kantor DPP Partai Demokrat, Ada Apa dengan Herman Khaeron?

JAKARTA – Hari ini, Selasa (2/8/2022) kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai “Gerakan Penyelamat Partai Demokrat Kab. Paluta, Kab. Sergai, Kab. Batubara, Kab. Simalungun, Kab. Dairi (GPPD Sumut) menggelar aksi di depan Kantor DPP Partai Demokrat
Jl. Proklamasi, No. 41, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Senin (1/8/2022) disampaikan bahwa pendukung, relawan dan simpatisan Partai Demokrat Kab. Paluta, Kab. Sergai, Kab. Batubara, Kab. Simalungun, Kab. Dairi – Sumatera Utara menyampaikan ; bahwa syarat – syarat yang telah ditentukan untuk menjadi Calon Ketua DPC telah dipenuhi oleh RICO RIVAI SIREGAR, S.IP (Paluta), ELIAS BARUS(Simalungun), MARKUS WILTER PURBA (Dairi), LABUHAN HASIBUAN (Sergai) dan WAN HELMI (Batubara) sesuai dengan ketentuan yang berlaku, antara lain adalah seorang Kandidat memiliki dukungan minimal 20 (dua puluh) persen suara dari pemilik suara yang berasal dari jumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan hasil perolehan suara dalam Muscab IV se- Sumut adalah sebagai berikut:

a. Calon Ketua DPC Kab. Paluta atas nama RICO RIVAI SIREGAR, S.IP memperoleh suara 9 (sembilan) melawan 4 (empat);
b. Calon Ketua DPC Kab. Simalungun atas nama ELIAS BARUS memperoleh suara 20 (dua puluh) melawan 10 (sepuluh);
c. Calon Ketua DPC Kab. Dairi atas nama MARKUS WILTER PURBA memperoleh suara 11 (sebelas) melawan 5 (lima);
d. Calon Ketua DPC Kab. Sergai atas nama LABUHAN HASIBUAN memperoleh suara 16 (enam belas) melawan 4 (empat);
e. Calon Ketua DPC Kab. Batubara atas nama WAN HELMI memperoleh suara 9 (sembilan) melawan 4 (empat).

Bahwa dari kelima Calon Ketua DPC di atas oleh DPP Partai Demokrat sengaja dikalahkan, padahal kelima Calon Ketua DPC tersebut telah memperoleh lebih banyak suara dibandingkan dengan pesaingnya masing-masing;

Bahwa kami patut menduga telah terjadi persekongkolan jahat, penyelewengan konstitusi Partai Demokrat serta perbuatan sewenang-wenang dan juga tidak beradab yang dilakukan oleh Kepala BPOKK Partai Demokrat HERMAN KHAERON demi memenangkan Calon DPC yang kalah perolehan suaranya dan mengalahkan Calon Ketua DPC yang menang perolehan suaranya;

Oleh karenanya kami menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

1. Menetapkan dan menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepada Calon Ketua DPC yang memperoleh suara terbanyak dalam Muscab IV se – Sumut sebagai Ketua DPC pada Kabupaten Paluta, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Sergai, dan Kabupaten Batubara !!

2. Menindak tegas Kepala BPOKK Partai Demokrat HERMAN KHAERON yang dengan tidak beradab dan telah berbuat sewenang-wenang sehingga dapat berpotensi menghancurkan Partai Demokrat sebagai Partai yang menjunjung tinggi demokratisasi dalam pengelolaan Partai Politik !!

Dalam siaran pers tersebut disampaikan, peserta aksi diperkirakan mencapai 500 orang dengan Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Alim Sofian Ritonga.

“DPP partai Demokrat Zhalim terhadap kader militan partai Demokrat Sumatera Utara, lewat tangan besi yang dipertontonkan Herman Khaeron sebagai ketua BPOKK partai Demokrat” Partai Demokrat berubah drastis dari partai yang paling terbuka dan dinilai paling demokratis kini partai ini berubah menjadi mesin pencari uang para oknum dari DPP. Mereka telah merampas hak demokrasi kader partai di bawah, atas dasar penertiban dan kedisiplinan tetapi pada faktanya momentum ini mereka jadikan sebagai dalih untuk mengeruk keuntungan dari setiap pribadi kader partai itu sendiri,” kata Alim Ritonga.

Tinggalkan Balasan