Headline

Hobi Koleksi Sepatu Jadi Pencuci Sepatu, Pemuda ini Raih Omset 25 Juta Rupiah Perbulan

Mediasumutku.comIMEDAN-Bagi Ade Surya Novi(23), sepatu tidak sekedar menjalankan fungsi sebagai alas kaki. Ia juga memamerkan citra diri, gengsi dan fashion.Jadinya sepatu menjadi barang kesayangannya. Tapi sedihnya seiring waktu sepatu juga mengalami masa tuanya, dengan warna yang memudar dan rusak.

“Habis dicuci sepatunya pun lama lama pudar.Saya rasa kok sayang kali,”kenang Ade, pemilik Save My Shoe tentang pengalaman masa kecilnya saat ditemui pada acara bazar Hut Bank Sumut beberapa waktulalu di Lapangan Benteng, Medan.

Karena rasa cinta terhadap sepatu, ia pun belajar secara otodidak bagaimana merawat sepatu agar lebih awet dan tahan lama.”Saat itu kalau cuci sepatu aku gak pernah pakai sabun untuk baju.Yang kupakai malah sabun mandi. Tidak kujemur di cahaya matahari langsung, karenatakut sepatuku pudar,”gelaknnya.

Tak disangka dari sinilah cikal bakal lahirnya ide peluang bisnis jasa mencuci sepatu. Tahun 2015 Ade yang saat itu baru menduduki bangku kuliah memutuskan memulai usaha jasa mencuci sepatu.

“Saya punya komunitas sama teman-teman. Sama sama penghobi sepatu. Saya meminta sepatu mereka saya cuci.Banyak teman yang suka, lama lama justru semakin ramai,”ungkapnya. Tahun 2016 jasa usaha cuci sepatunya semakin melejit. Ade kewalahan mengurus bisnis dan kuliah.Dirinya pun memutuskan untuk meninggalkan kuliah dan fokus pada pengelolaan usaha.

Ia meminjam uang dari orang tuanya Rp 5 Juta untuk menyewa toko dan membeli berbagai kebutuhan usaha cuci sepatu.Gerai utamanya d i Jalan Sei Batanghari, Medan. Kini usahanya sudah 14 outlet.Dari usahanya perbulannya ia mampu mengantongi uang sekitar 25 Juta perbulan.

Ade membagi-bagikan jasanya dengan beberapa jenis sesuai tingkat kekotoran sepatu, yaitu cuci keseluruhan, repaint sol (menghilangkan noda menguning pada sol), repaint/recolors (menggembalikan warna/ganti warna), mengecat sepatu bahan kulit. Dipastikan begitu sepatu keluar dari Save My Shoe, sepatu serasa berubah kembali baru dan wangi.

Dalam sekali treatmen ia menerapkan harga antara35 Ribu hingga R p 150 Ribu. “Yang mahal itu untuk pengecatan,”terangnya.

Pakai air isi ulang Pria ini memperlakukan sepatu dengan selektif mungkin. “Mencucinya tidak pakai sabun pakaian. Ada sabun khusus yang cocok untuk sepatu.Brushnya juga, dirancang dari bulu kuda dan mengeringnya pakai kipas angin,”bebernya tentang beberapa trik yang dilakukannya.

Kini gerai Save My Shoe semakin berkembang. Ade sudah mulai mengembangkannya dengan sistem franchise.(MS4)