Ekonomi

IHSG Diramalkan Bakal Tembus 6.500 Sampai Tutup Tahun

mediasumutku.com | JAKARTA – Pedagangan Jumat (8/10) kemarin di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,20% ke level 6.177,99. Tapi, IHSG masih tercatat turun 0,27% secara year to date.

Di mana Sejumlah analis optimistis IHSG pada kuartal akhir tahun ini bakal kembali menguat. Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memproyeksi, IHSG akan menyentuh 6.500 atau meningkat sekitar 3% sampai tutup tahun ini. Salah satu sentimen positif yang bisa menopang kenaikan IHSG adalah window dressing. Wawan mengatakan, secara historis window dressing dapat menguatkan IHSG antara 2% hingga 3%.

Kemudian, pasar juga tengah menunggu program atau kebijakan dari pemerintahan yang baru. “Harapannya di bulan ini atau bulan depan sudah diumumkan, kebijakannya seperti apa, harapannya bisa jadi sentimen positif,” kata Wawan.

Selanjutnya sentimen positif dari global yaitu meredanya perang dagang antara Amerika Serikat AS dengan China. Wawan mengatakan, target IHSG 6.500 ini sudah direvisi dari target awal tahun bisa mencapai 6.900. Pemangkasan target pergerakan IHSG ini dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Begitu juga untuk kinerja emiten pada kuartal III 2019. Menurut Wawan, capaian kinerja emiten masih di bawah ekspektasi. Adapun sebagian perusahaan yang mencetak pertumbuhan kinerja, akan tetapi trennya menurun ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ada beberapa perusahaan yang kinerjanya positif, tapi pertumbuhannya hanya sekitar 7% hingga 8%,” tambahnya.

Wawan menambahkan, saham-saham berkapitalisasi besar masih memiliki prospek yang menarik dalam jangka waktu panjang. “Saham-saham big caps yang terkoreksi misalnya saja dari sektor perbankan BBCA dan BBRI, secara laporan keuangan baik tapi kemarin terkoreksi karena beberapa sentimen,” paparnya.

Selain dari sektor perbankan, saham-saham dari sektor telekomunikasi juga masih menarik. Wawan merekomendasikan investor untuk buy saham TLKM dengan target harga Rp 4.500, kemudian ISAT dengan harga Rp 3.400, dan EXCL dengan harga Rp 3.500.

Adapun sebagian perusahaan yang mencetak pertumbuhan kinerja, akan tetapi trennya menurun ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ada beberapa perusahaan yang kinerjanya positif, tapi pertumbuhannya hanya sekitar 7% hingga 8%,” tambahnya.

Wawan menambahkan, saham-saham berkapitalisasi besar masih memiliki prospek yang menarik dalam jangka waktu panjang.

“Saham-saham big caps yang terkoreksi misalnya saja dari sektor perbankan BBCA dan BBRI, secara laporan keuangan baik tapi kemarin terkoreksi karena beberapa sentimen,” paparnya.

Selain dari sektor perbankan, saham-saham dari sektor telekomunikasi juga masih menarik.

Wawan merekomendasikan investor untuk buy saham TLKM dengan target harga Rp 4.500, kemudian ISAT dengan harga Rp 3.400, dan EXCL dengan harga Rp 3.500.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony pun memprediksi IHSG akan ditutup di level 6.500 hingga 6.600 pada 2019.

“Sentimen positif ada perang dagang yang sepertinya akan berakhir dan window dressing,” kata Chris.

Sementara beberapa pemberat IHSG yaitu dari sektor perbankan lantaran bunga kredit berpeluang turun. Chris menyarankan investor untuk jeli melihat peluang seiring dengan banyaknya saham-saham murah di bursa saat ini.

Beberapa sektor yang menurut Chris menarik meliputi sektor pertambangan, CPO, konstruksi, dan telekomunikasi.[kontan]