Ekonomi

IHSG Naik Lumayan Tinggi Pekan Ini

mediasumutku.com | JAKARTA – Pada akhir sesi perdagangan, Rabu (18/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lumayan tinggi. Sempat melemah pada awal perdagangan, IHSG berangsur naik lagi.

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup hari perdagangan, IHSG berada di angka indeks 6.287,25. Itu berarti dalam sehari perdagangan di market, indeks utama di bursa saham Indonesia ini naik sebesar 0,69%.

Kenaikan IHSG sejalan dengan iklim indeks sektoral. Dari 10 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, tujuh di antaranya positif.

Sektor-sektor yang turut menopang kenaikan IHSG itu adalah:

-Sektor Keuangan (2,02%)
-Industri Dasar (1,00%)
-Konstruksi (0,42%)
-Pertanian (0,30%)
-Infrastruktur (0,17%)
-Manufaktur (0,02%)
-Perdagangan (0,02%).

Adapun tiga indeks sektoral yang negatif alias bergerak tak sejalan dengan IHSG adalah:

-Sektor Aneka Industri (-0,90%)
-Sektor Tambang (-1,44%)
-Sektor Barang Konsumsi (-0,34%).

Tampak bahwa penurunan terdalam perdagangan ini menimpa indeks sektor Barang Konsumsi. Adapun kenaikan paling tinggi dialami indeks sektor Keuangan Dari total saham yang teratat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 185 saham naik harga. Adapun 218 saham turun harga dan 150 saham tak mengalami perubahan . Total volume 12,4 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 10,41 triliun.

Tujuh dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor keuangan memimpin penguatan tertinggi 2,02%. Sementara, sektor pertambangan paling dalam penurunannya 1,44%.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik 5,47% ke Rp 8.200
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 4,46% ke Rp 585
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,92% ke Rp 33.775

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 4,43% ke Rp 3.450
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,49% ke Rp 830
PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 3,46% ke Rp 1.255

Banjirnya arus dana asing ke pasar turut mengerek IHSG hari ini. Di pasar reguler, net buy asing Rp 1,257 triliun dan Rp 2,625 triliun keseluruhan market.

Saham-saham dengan pembelian bersih asing terbesar adalah:

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) Rp 1,3 triliun
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 641,8 miliar,
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 463,9 miliar.

Nah, perlu dicermati, tingginya pembelian bersih investor asing pada saham CITA berkaitan dengan non-reguler.

Berdasarkan data RTI, terjadi transaksi saham CITA di pasar negosiasi pada Rabu (18/12) pukul 10.09 WIB dan 10.12 WIB. Transaksi pertama hanya melibatkan 200 saham CITA. Sedangkan transaksi kedua melibatkan 606,73 juta saham CITA.