Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
Ekonomi

IHSG Terkenan Berbagai Sentimen Negatif Selama Sepekan

×

IHSG Terkenan Berbagai Sentimen Negatif Selama Sepekan

Sebarkan artikel ini

mediasumut.com | JAKARTA – Akhir perdagangan Jumat (4/10) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,38% ke level 6.061 setelah terkoresi dalam empat hari terakhir. Selama sepekan, IHSG hanya bergerak di rentang 6.013–6.019.

Menurut Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan penguatan IHSG pada hari ini hanya teknikal rebound saja. “Padahal pada hari ini sempat menguat 0,6% kemudian posisinya berbalik turun,” jelasnya.

Asal tahu saja, pekan lalu di mana IHSG mampu bergerak hingga ke level 6.230.

Dia menjelaskan sepanjang pekan ini IHSG tertekan karena banyak hal, khususnya faktor eksternal. Faktor pertama adalah ekspektasi pelemahan ekonomi global yang kembali muncul seiring dengan meningkatnya kembali kekhawatiran para pelaku pasar terhadap ketegangan antara China dan Amerika Serikat.

Baca Juga:   Analis: IHSG Pekan Depan Bakal Menguat

Hal ini dipicu oleh laporan administrasi Trump yang sedang mempertimbangkan akan menghapus pencatatan saham (delisting) emiten asal China dari bursa saham AS.

Selain itu, IHSG juga ditekan dengan sentimen negatif dari ancaman resesi yang terlihat dari data manufaktur di Amerika Serikat (AS) yang melemah. Hal ini tercermin dari data Offsite Manufactured (OSM) Amerika Serikat bulan September yang turun ke level 47,8, atau yang terendah dalam 10 tahun belakangan.

Data tersebut juga cukup jauh dari perkiraan pasar sebelumnya yang mengira bahwa data Manufaktur AS ditengarai bakal naik ke level 50,1.

Sementara itu, Sukarno menjelaskan kondisi tersebut sama dengan apa yang dialami beberapa negara di Eropa, Inggris, Jepang termasuk juga China sehingga membuat kekhawatiran pasar terhadap resesi Manufaktur global terus meningkat.

Baca Juga:   Pagi Ini, Mata Uang Garuda Menguat 0,16%

Di dalam negeri, menurut Sukarno faktor-faktor mempengaruhi IHSG adalah eskalasi politik yang sempat memanas. Oleh karenanya banyak investor asing yang hengkang dari pasar Indonesia.

Indonesia juga mengalami pelemahan industri manufaktur di mana rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang masih di bawah 50 yakni di 49,1.

Senada Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan salah satu yang juga memberatkan IHSG pada pekan ini adalah isu pemakzulan Trump. “Walaupun respons pasar beragam, tapi adanya gejolak politik membuat pasar bereaksi,” jelasnya.

Dia memproyeksikan IHSG akan bergerak positif di rentang 6.030 – 6.120. Secara teknikal menurut Herditya bergerak positifnya IHSG cenderung terbatas karena secara teknikal sinyalnya hanya menguat sesaat.

Baca Juga:   Rupiah Masih Masih Kuat Bertengger di Level Rp14.149/U$D