Ekonomi

Indeks Wall Street Merangkak Naik

mediasumutku.com | NEW YORK – Menjelang libur perayaan Thanksgiving, Wall Street ditutup naik di akhir perdagangan Rabu (27/11/2019). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 42,32 poin atau 0,15% ke 28.164, S&P 500 naik 13,11 poin atau 0,42% ke 3.153,63 dan Nasdaq Composite naik 57,24 poin atau 0,66% ke 8.705,18.

Indeks Wall Street mencatat rekor dalam tiga hari berturut-turut dari sisi volume ditopang oleh data baru yang menunjukkan ekonomi yang solid, sementara investor tetap optimistis tentang resolusi perdagangan Amerika Serikat-China.

Pertumbuhan ekonomi AS sedikit naik pada kuartal III-2019, bukan melambat seperti yang dilaporkan pertama kali dan peningkatan yang stabil pada belanja konsumen di Oktober menunjukkan ekonomi mungkin akan mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada kuartal keempat.

“Dari sudut pandang makro, ini benar-benar sesuai dengan narasi lingkungan yang terus tumbuh namun lambat,” kata direktur investasi senior Bill Northey d A.We. Management Wealth Management seperti dikutip Reuters.

“Ini menghindari beberapa kekhawatiran yang lebih besar bahwa ini mungkin lebih dari sekadar perlambatan tren yang kita hadapi selama kuartal terakhir.”

Saham pilihan sektor konsumen naik 0,83%, memimpin kenaikan seluruh sektor.

Data juga menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS meningkat paling banyak dalam sembilan bulan pada Oktober.

Komentar Presiden AS Donald Trump pada Selasa bahwa AS berada di pertarungan terakhir dari kerjasama dengan China menambah optimisme.

Indeks utama telah berulang kali naik ke level rekor bulan ini karena harapan gencatan perdagangan, musim pendapatan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi dan Federal Reserve yang dovish.

Volume perdagangan termasuk yang terendah tahun ini untuk sesi sehari penuh menjelang liburan Hari Thanksgiving yang jatuh pada Kamis hari ini. Pasar saham juga akan tutup lebih awal pada Jumat.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 5,57 miliar saham, lebih rendah dari rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 7,06 miliar saham.