Ekonomi Headline

Ini Trik Menghadapi Resesi Di Masa Pandemi Covid-19

mediasumutku.com| MEDAN- Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menyebut, sebenarnya saat ini, Indonesia tengah masuk dalam jurang resesi.

“Jadi, berapa besar kita resesi di kuartal ketiga ini (Juli-Agustus -September) itu nantinya baru akan terlihat di awal bulan November. Nah, kalau resesi lantas kita harus berbuat apa? Itu adalah pertanyaan yang paling mendasar oleh semua orang, dan sayangnya banyak masyarakat kita justru terlambat dalam mengantisipasi resesi tersebut,” katanya, Minggu (18/10/2020).

Dikatakannya, resesi memang menakutkan, tetapi harus siap untuk menghadapinya. Bahkan,  untuk kemungkinan terburuk yang bakal terjadi.

Untuk itu, Gunawan membagikan beberapa trik menghadapi resesi di masa pandemi Covid 19 ini.

Pertama, sebutnya, membuat skala prioritas dalam pengeluaran. Misalnya, saat ini banyak yang pendapatannya berkurang, maka sebaiknya prioritaskan untuk pengeluaran yang sifatnya penting.

“Contoh, kebutuhan untuk makan terlebih dahulu. Dan itupun kita harus memiliki prioritas dalam menentukan lauk pauk apa yang akan dimasak. Ini sangat tergantung dari kemampuan finansial kita masing-masing,” katanya.

Kedua, lanjutnya, pada saat melakukan skala priotitas pengeluaran, maka pastikan juga telah memikirkan ketersediaan kemampuan finansial untuk pengeluaran di bulan selanjutnya.

“Ketiga, bagi masyarakat yang memiliki pengeluaran dengan membeli makanan jadi (nasi bungkus, catering, dan lainnya). Upayakan sebaik mungkin kita memasak sendiri kebutuhan kita tersebut. Agar, pengeluaran kita bisa lebih terkendali. Memasak sendiri itu bisa lebih hemat 70% dibandingkan kalau kita belanja makanan dari luar,” ujarnya.

Keempat, sambung Gunawan, mau tidak mau atau bahkan kalau dipaksakan sekalipun sebaiknya tidak membelanjakan pengeluaran yang tidak mendesak. Seperti, sandang, perumahan, bahkan kebutuhan paket data yang harus kita hemat dengan cara yang super ketat.

“Jangan habiskan uang kita untuk membeli paket data yang sifatnya tidak mendesak. Kecuali untuk kebutuhan pendidikan (sekolah online) atau pekerjaan (WFH),”ujarnya.

Kelima, katanya, jangan gegabah saat mengambil keputusan bisnis. Banyak orang yang bilang bahwasanya kalau disaat susah, dan sulit cari kerja maka kita harus membuka usaha. Ditengah kondisi seperti sekarang pendapat seperti itu bisa salah. Saat ini pelaku UMKM menyatakan mereka mengalami penurunan pendapatannya. Bahkan yang menyatakan demikian ada 83%,” ujarnya.

“Jadi jangan menyimpulkan bahwa jalan keluar untuk mengatasi kesulitan saat ini adalah dengan membuka usaha. Masalah di dunia usaha saat ini itu sangat kompleks. Masalahnya ada di produksi dan penjualan,” terangnya.

Keenam, tambahnya, menabung sangat dianjurkan untuk masyarakat yang ingin menjaga agar tidak terpuruk selama pandemi. Tetapi, untuk sebagian masyarakat yang sudah terlanjur sangat kaya, sebaiknya anda tetap berekspansi, baik dari sisi hal yang produktif (dunia usaha) atau konsumtif.

“Ketujuh, hindari tindakan- tindakan kriminal ditengah masa sulit seperti sekarang. Atau jangan mudah terprovokasi dengan hasutan-hasutan yang mengarahkan kita untuk menghalalkan apapun dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan. Karena semuanya hanya akan memperkeruh keadaan. Dan tidak lantas menyelesaikan masalah tekanan ekonomi kita masing masing,” pungkasnya. (MS11)

Tinggalkan Balasan