Sumut

Jalan Desa Sei Silau Timur Asahan, Rusak Akibat Truk Proyek

ASAHAN – Aktifitas kenderaan truk pengangkut tanah timbun dampak dari pembangunan proyek nasional jalan tol mengakibatkan kerusakan jalan di Desa Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan dan dikeluhkan warga.

Menurut warga, beberapa bangunan rumah mereka turut mengalami keretakan sejak pembangunan proyek mulai dikerjakan.

“Kami sebenarnya bukan menolak pembangunan atau keberadaan proyek ini namun dampak yang dirasakan cukup mengganggu warga jalan rusak ada juga rumah yang retak,” kata Sukimin, salah seorang warga kepada wartawan, Sabtu (29/1/2022).

Ia mengatakan belum satu bulan aktivitas proyek bekerja dampaknya cukup mengganggu warga karena dilalui jalan umum desa.

“Jadi kita sampaikan ini semoga jadi perhatian, karena masa pekerjaan proyek ini bisa sampai 3 tahun kami merasakannya,” terangnya.

Disisi lain, warga juga mengeluhkan dampak abu atas aktivitas hilir mudik truk pengangkut material meski memang pihak proyek melakukan penyiraman terhadap badan jalan.

Warga menyatakan sebenarnya truk-truk tersebut bisa melewati jalan alternatif melalui daerah perkebunan dan tidak mengganggu aktivitas warga yang melewati jalan umum desa.

Terpisah, Camat Buntu Pane, Rahmad Hidayat Rambe menjelaskan sebelum proyek mulai dikerjakan masyarakat lebih dulu dikumpulkan membicarakan kompensasi yang diberikan.

“Sebelumnya sudah ada pertemuan dengan masyarakat, ada kompensasinya berupa CSR sembako tiap bulan, kemudian jalan itu juga disiram setiap pagi, sore, bahkan malam,” ujar Rahmad.

Rahmad juga meminta warga agar memaklumi kondisi proyek nasional yang kebetulan berada di daerah mereka salah satunya dampak kerusakan jalan.

“Kalau kerusakan jalan pasti diperbaiki karena dilalui truk mereka setiap hari,” kata dia.

Rahmad justru mempertanyakan mengapa ada warga yang mempertanyakan dampak kerusakan tersebut mengingat beberapa waktu masyarakat sekitar khususnya yang berada di pinggir jalan juga sudah membuat pernyataan apalagi menimbulkan keretakan pada bangunan warga.

“Karena pengerjaannya itu baru ada satu minggu, sebelumnya rumah-rumah warga di situ juga sudah di foto, ada drainase,” kata dia.

Terkait jalan alternatif yang bisa dilalui melalui jalan perkebunan, camat menyebut hanya dari jalan umum desa yang paling memungkinkan untuk dilalui warga. (MS10)