Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
Berita SumutHeadlineHukrimSumut

Kajari Langkat Yuliarni Appy Usulkan 3 Perkara dan Disetujui Untuk Dihentikan Penuntutannya dengan Humanis

×

Kajari Langkat Yuliarni Appy Usulkan 3 Perkara dan Disetujui Untuk Dihentikan Penuntutannya dengan Humanis

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | STABAT-Kepala Kejaksaan Negeri Langkat Yuliarni Appy, SH,MH didampingi Kacabjari Langkat di Pangkalan Brandan Noprianto Sihombing, SH,MH, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Hendra Abdi P Sinaga, SH dan Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara mengikuti ekspose perkara yang disampaikan Wakajati Sumut Rudy Irmawan, SH,MH didampingi Aspidum Imanuel Rudy Pailang, SH,MH beserta jajaran kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung RI Prof. Dr. Asep Nana Mulyana didampingi Direktur TP Oharda Nanang Ibrahim Soleh, SH,MH serta para Kasubdit di JAM Pidum Kejagung RI, Kamis (4/7/2020) dari Kantor Kejari Langkat.

Kepala Kejaksaan Negeri Langkat Yuliarni Appy, SH,MH saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Perkara Tindak Pidana yang diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Langkat dengan Pendekatan Restorative Justice sampai hari ini sudah ada 9 perkara dengan 11 tersangka.

Baca Juga:   Luar Biasa! Kejari Langkat Akhirnya Hentikan Penuntutan 3 Tersangka Pencuri Sawit Dengan RJ

Selain perkara dari Kejari Langkat, ada juga perkara dari Cabang Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Brandan yang dihentikan dengan pendekatan keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

Kepala Seksi Intelijen Sabri Fitriansyah Marbun, SH saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa perkara yang diusulkan dan disetujui untuk dihentikan sebanyak 3 perkara dimana 1 perkara dari Kejaksaan Negeri Langkat dengan tersangka (I) a.n USMAN YUSUP Alias UUS (33th), tersangka (II) a.n KUSRIN Alias KUCING (26th) dengan perkara Tindak Pidana Pencurian Sebagaimana Diatur dan Diancam Pidana melanggar Pasal 363 Ayat (1) Ke-4 Subs Pasal 364 KUHPidana.

Kemudian, lanjut Sabri 2 perkara berasal dari Cabang Kejaksaan Negeri Langkat di Pangkalan Brandan dengan tersangka atas nama M. SAFRIZAL (20th) dengan perkara Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana Diatur dan Diancam Pidana melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHPIdana, dan tersangka atas nama ANDIKA PRANATA PERANGIN-ANGIN (35th) dengan perkara Tindak Pidana Penadahan sebagaimana Diatur dan Diancam Pidana Pasal 480 ke-1 KUHP.

Baca Juga:   Usaha Pemkab Sergai Berbuah Hasil, Angka Prevalensi Stunting 2021 Menurun

“Proses penerapan RJ terhadap ketiga perkara ini dilakukan secara berjenjang, dimana Tim Jaksa Penuntut Umum meneliti berkas perkara, dan pengakuan tersangka pada saat tahap II dan pengecekan pada aplikasi SIPP PN Stabat bahwa 3 tersangka belum pernah dihukum pidana sebelumnya, dan berdasarkan penelusuran SIPP juga tidak ada ditemukan nama terpidana atas nama tersangka,” paparnya.

Lebih lanjut Sabri menyampaikan bahwa persyaratan lainnya penerapan Perja No. 15 Tanun 2020 ini adalah tindak pidana yang dilakukan korban memiliki nilai kerugian yang diimbulkan tidak melebihi Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

“Penghentian penuntutan dengan menerapkan Perja No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan dengan Pendekatan Restorative Justice telah membuka ruang yang sah antara tersangka dan korban untuk berdamai dan korban mengembalikan keadaan kepada keadaan semula, serta tercapainya kesepakatan perdamaian,” tandasnya.

Baca Juga:   Kejari Langkat Eksekusi Putusan MA Terhadap Terpidana Suroto

Kemudian, tambah Sabri tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan proses perdamaian disaksikan oleh pihak keluarga, penyidik, tokoh masyarakat dan Jaksa Penuntut Umum.