Berita Sumut

Kapal Karam Pembawa PMI di Sumut Sudah Dievakuasi

ASAHAN – Basarnas Tanjungbalai Asahan (TBA) telah mengevakuasi seluruh penumpang termasuk tekong dan ABK dalam musibah kapal kayu karam pengangkut calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melakukan perjalanan secara illegal dari perairan Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

“Pagi ini sudah kita evakuasi semua, pencarian selesai. Jadi jumlah seluruh orang yang berada di atas kapal termasuk tekong, abk dan penumpang PMI, itu berjumlah 90 orang. Bukan seperti yang dilaporkan diawal 89 orang,” kata Komandan Pos Basarnas TBA, Ady Pandawa dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/3/22).

Saat ini, seluruh penumpang kapal tersebut berada di Polres Asahan untuk pendataan bersama petugas Keimigrasian dan perlindungan pekerja migran. Sementara itu korban meninggal dunia berada di rumah sakit umum (RSU) Kota Tanjungbalai.

“Meninggal dunia ada dua orang, ketika kami evakuasi sudah meninggal,” jelasnya.

Ady melanjutkan saat dievakuasi sebagian penumpang terombang ambing di laut menggunakan pelampung maupun jerigen.

“Namun ada sebagian lagi yang waktu kita datang untuk menyelamatkan sudah on board di kapal nelayan. Karena si nelayan ini ke laut mencari ikan makanya mereka yang diselamatkan ini ikut dengan si nelayan dulu mencari ikan. Namun kapal itu kita datangi untuk menjemput para PMI, pagi ini seluruh korban penumpang kapal sudah kembali,” kata dia.

Dia melanjutkan adapun lokasi kapal karam tersebut berada sekitar 31 mil ke arah timur dari pelabuhan Panton Bagan Asahan di Kabupaten Asahan, Sumut. Dengan demikian, seluruh operasi pencarian terhadap penumpang kapal kayu nelayan bermuatan PMI ini dinyatakan selesai.
Sebelumnya dilaporkan, kapal kayu bermuatan PMI illegal dilaporkan karam di sekitar perairan Tanjung Api, Sumut pada (19/3/2022) pagi. Mereka berangkat dari pelabuhan di jalur tikus perairan Asahan dengan tujuan Malaysia.

Namun di tengah perjalanan kapal mengalami kebocoran hingga kerusakan mesin. Diduga akibat kelebihan muatan. Penumpang kapal berasal berbagai daerah diantaranya Sumatera, Jawa Timur, Madura, hingga Nusa Tenggara Timur.

“Keduanya berjenis kelamin pria dan wanita. Atas nama Basman, usia 53 tahun, pria, warga Sulawesi Selatan dan Anatasyah Ponis, usia 43 tahun, wanita, warga Nusa Tenggara Timur,” kata Komandan Pos Basarnas Asahan Tanjungbalai, Ady Pandawa kepada wartawan. (MS10)