Ekonomi

Kemendag: Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Laporan Perdagangan Berkelanjutan

MEDAN-Sedikitnya 1.000 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kini didampingi Direktorat Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Eskpor Nasional Kementerian Perdagangan untuk bisa menembus pasar ekspor dan mampu membuat profil dan laporan perusahaan yang berisi isu perdagangan berkelanjutan ini.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, salah satu upaya meningkatkan daya saing UMKM di pasar global adalah pelaporan harus berbasis perdagangan berkelanjutan (sustainablity report). Pelaku ekspor harus lebih memahami berbagai aspek tentang perdagangan
berkelanjutan ini agar bisa diterima di berbagai negara di dunia.

“Untuk itu, Kemendag menggandeng Global Reporting Initiative (GRI) dan Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) menggelar forum bisnis bertema “Strategi Branding Melalui Sustainability Company Profile untuk Pendamping BDS” secara hibrida,” kata Didi Sumedi pada acara forum bisnis yang merupakan rangkaian dari Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition (TEI-DE), Senin (25/10/2021).

Turut hadir Ketua ABDSI Cahyadi Joko Sukmono, Ketua ABDSI Korwil Bali Tjok Widyawati, GRI ASEAN Regional Program Manager Lany Harijanti, dan GRI Country Program Manager Hendri Yulius Wijaya. Forum bisnis ini juga diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai daerah.

“Penyelenggaraan forum bisnis ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM untuk menembus pasar ekspor global yang kini semakin menjadikan sustainability sebagai syarat penerimaan produk. Kesadaran terhadap isu sustainability juga dapat meningkatkan daya saingproduk di pasar global,” ujarnya.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha terhadap isu sustainability agar dapat meningkatkan daya saing. Salah satunya, melalui pembuatan pelaporan berkelanjutan (sustainability report).

“Pelaporan berkelanjutan sangat penting mengingat di era berkelanjutan saat ini. Untuk dapat melakukan ekspor, UMKM harus mempersiapkan diri menyediakan data administrasi seperti environmental, social, and corporate governance (ESG),” jelas Marolop.

Marolop menuturkan, forum bisnis ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah seminar web atau webinar yang menjelaskan prinsip-prinsip sustainability bagi UMKM dan strategi pemasaran.

Selain itu, peserta juga diminta untuk menuliskan kinerja sustainability dalam profil perusahaan. Sementara, pada sesi kedua di hari yang sama, para trainer ABDSI mendampingi UMKM untuk menyusun profil perusahaan dan berduskusi langsung dengan trainer. Profil perusahaan dapat disusun hingga dua minggu ke depan yaitu 26 Oktober 2021 hingga 15 November 2021 mendatang.

“Saat ini, negara-negara tujuan ekspor, seperti negara di Eropa dan Amerika semakin memperketat kriteria sustainability untuk produk-produk yang diperbolehkan masuk ke negaranya. Kami berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan sesi pelatihan dalam forum bisnis ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, nantinya dapat menghasilkan UMKM yang andal dalam menyambut era sustainability,” pungkas Marolop.(MS11)