Peristiwa

Kritik Jalan Rusak di Asahan Warga Adakan Tangkap Ikan di Kubangan Lumpur

Asahan – Sebuah unggahan video memperlihatkan keseruan puluhan bocah kecil (bocil) sedang asik bermain dan menangkap ikan di dalam kubangan lumpur di atas permukaan jalan yang rusak ramai dibagikan di sosial media.

Dalam video puluhan bocil tersebut diantaranya ada yang menenteng jaring, baskom hingga ember. Mereka terlihat sibuk mengamati setiap pergerakan ikan lele yang sebelumnya sengaja dilepas liarkan ditengah kubangan.

Beberapa orang dari pinggir jalan tampak merekam keseruan bocah-bocah tersebut. Kejadian tersebut diketahui terjadi di dusun V, jalan desa Padang Pulo, Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

“Ini sebagai aksi protes masyarakat ke pemerintah di mana mereka sama sekali tidak pernah merasakan pembangunan jalan di kampungnya,” kata Sudirman Marpaung, tokoh pemuda Bandar Pulau kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Diketahui, Sudirman Marpaung sendiri merupakan pemuda yang sempat viral pada 6 Januari tahun 2021 lalu melakukan aksi tunggal mandi lumpur dan berswafoto di kubangan jalan berlubang di desa tersebut. Untuk kedua kali aksi itu dinisiasi warga desanya lagi namun melibatkan puluhan bocil melakukan aksi tangkap ikan lele di kubangan lumpur.

“Sebenarnya yang kita minta itu kemarin di dusun lima, tapi dibangun di dusun enam 120 meter redemik cor beton. Walaupun sebenarnya masih banyak jalan desa yang rusak. Harapan kami Pemkab Asahan memprioritaskan kelanjutannya di tahun 2023,” kata dia.

Kendati dikatakannya, kerusakan jalan desa terjadi sebenarnya tidak hanya di Desa Padang Pulau, melainkan hampir seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut.

“Kondisinya kalau musim panas kami makan abu, kalau musim hujan kami mandi lumpur,” kata dia.

Sebelum melakukan aksi kritik dengan cara tak biasa itu kata Sudirman pihaknya melalui musrenbang desa maupun reses penyampaian aspirasi melalui wakil rakyat sudah berulang kali menitipkan pesan agar jalan desa ini dibangun.

“Ini jalan Kabupaten akses utama nadi ekonomi masyarakat yang sebagian besar itu berkebun,” terangnya. (MS10)