Medan

Minimalisir Banjir, Pemko Medan Bangun Kolam Retensi

MEDAN-Banjir merupakan persoalan serius yang ingin dituntaskan Walikota Medan Bobby Nasution. Oleh karenanya, Bobby ingin menjadikan persoalan banjir masuk dalam program prioritas. Selain masif melakukan pembenahan drainase secara berkesinambungan, tiga sungai yang melintasi Kota Medan yakni Sungai Deli, Babura dan Bedera bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II.

Teranyar, Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan membangun sejumlah kolam retensi sebagai upaya meminimalisir terjadinya banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Salah satu kolam retensi yang tengah dibangun berlokasi di Griya Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Danau buatan Martubung akan dijadikan sebagai kolam retensi yang berfungsi sebagai waduk tempat penampungan air hujan sementara waktu yang berfungsi untuk mengendalikan banjir. Selain kolam retensi, danau yang memiliki luas sekitar 10 hektar ini juga akan dijadikan wisata air guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kita akan jadikan Danau Martubung ini menjadi kolam resapan. Fungsi utamanya untuk penanganan banjir. Setelah kolam penampungan kita bangun dan buat bagus serta fungsi utamanya sebagai penanganan banjir telah berfungsi, barulah fungsi berikutnya untuk penunjang ekonomi warga sekitar kawasan tersebut melalui pariwisatanya. Mudah-mudahan nanti bisa menikmati wisata air di Danau Martubung ini,” kata Walikota Medan Bobby Nasution beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data dari Dinas PU Kota Medan, pembangunan kolam retensi telah dimulai 20 Juni 2022 dan proses pengerjaannya direncanakan 190 hari kalender dan direncanakan selesai Desember 2022. Tidak hanya sebagai pengendali banjir, kolam retensi nantinya juga akan dilengkapi dengan taman bermain dan jogging track sehingga warga sekitar dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Kadis PU Kota Medan Topan Ginting ketika dihubungi, Kamis (13/10/2022), membenarkannya. Dikatakannya, ada tiga bagian yang akan dibangun di Danau Buatan Martubung yakni kolam retensi/waduk untuk penampungan air hujan.

“Untuk pembangunan kolam lumpur serta fasilitas taman bermain dan jogging track akan dilanjutkan pengerjaannya pada awal tahun 2023,” jelas Topan.

Untuk spesifikasi konstruksi kolam retensi ini, terang Topan, berukuran 432 x 176 meter dengan kedalaman 2 meter. “Kolam retensi ini mampu menampung volume debit air berkisar 75.129 m3. Kemudian untuk spesifikasi konstruksi kolam lumpurnya berukuran 75  x 165 meter dengan kedalaman 6 meter dan mampu menampung volume debit air berkisar 74.000 m3,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kolam lumpur ini sendiri, papar Topan, dilengkapi dengan bak penyimpanan sampah, board crested weir, pintu air dan pompa banjir/lumpur. Sedangkan spesifikasi konstruksi taman, sambungnya, berukuran 219 x 93 meter dengan luas 20.000 m2.

“Adapun kegunaan pembangunan kolam retensi ini dalam jangka pendek akan mampu mengurangi 6 titik lokasi genangan air yang ada di Kecamatan Medan Labuhan. Jika konstruksinya selesai akan mengurangi genangan air di Kelurahan Besar Martubung dan Kelurahan Martubung sejumlah 77 titik genangan air,” terangnya.

Selain di Griya Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, jelas Topan, Pemko Medan juga rencananya akan membangun kolam retensi di Jalan Abdul Hakim, Kelurahan PB Selayang I, persisnya tak jauh dari Kantor Camat Medan Selayang guna mengatasi banjir yang selama ini terjadi akibat meluapnya Sungai Selayang.

Kemudian ada empat kecamatan lainnya, imbuh Topan, juga akan dibangun kolam retensi yakni Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Polonia dan Kecamatan Medan Tuntungan.

“Saat ini rencana pembangunan kolam retensi di empat kecamatan sudah masuk dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED),” pungkasnya. (MS7)