Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
BermartabatHeadlineKesehatanMedanSumut

Nawal Sebut Pencegahan Kanker Harus Dilakukan Secara Masif

×

Nawal Sebut Pencegahan Kanker Harus Dilakukan Secara Masif

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN – Upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara (Sumut), perlu dilakukan secara masif dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah dan masyarakat. Apalagi, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ditemukan kasus kanker terbanyak diderita adalah kanker paru–paru yang menyerang pria, kanker payudara yang menyerang wanita dan kanker darah menyerang anak-anak.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut Nawal Lubis, saat membuka webinar dengan tema “Kupas Tuntas Kanker” di Kantor YKI Sumut Jalan Iskandar Muda Nomor 272 Medan, Rabu (14/7). “Edukasi menjadi hal penting dalam penanganan kanker sejak dini,” ujar Nawal Lubis.

Baca Juga:   Wabup H Darma Wijaya Tinjau Korban Bencana Puting Beliung

Nawal menjelaskan, webinar ini merupakan salah satu bentuk komitmen YKI Sumut dalam memberikan perhatian, dukungan serta lindungan bagi penderita kanker, khusunya di wilayah Sumut. Dengan hadirnya para narasumber yang berkompeten di bidangnya, diharapkan para peserta bisa berinteraksi langsung, sehingga menambah pemahaman tentang penyebab dan cara pencegahan kanker.

“Melalui webinar ini diharapkan dapat diperoleh informasi yang benar tentang kanker, termasuk cara pencegahannya, sehingga bermanfaat bagi keluarga maupun orang lain. Dari segi kesehatan kanker merupakan hal besar yang perlu ditangani secara bersama-sama,” katanya.

Sementara narasumber dari Divisi Onkologi Toraks Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Rumah Sakit USU dr Noni Novisari Soeroso, mengatakan kanker paru merupakan tumor ganas yang berasal dari epitel saluran napas. Kanker paru paling banyak ditemukan di dunia, sekitar 2,2 miliar kasus paru dan 1,8 miliar kematian pada tahun 2020.

Baca Juga:   Nawal Lubis Berharap Muswil I IPEMI Sumut Hasilkan Kemajuan

“Setiap orang mempunyai risiko untuk terkena kanker paru, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi mereka berisiko terkena kanker paru, di antaranya perokok aktif, perokok pasif, pekerja pertambangan, rumah dengan ventilasi buruk, serta riwayat kanker paru dalam keluarga,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada beberapa tanda yang dapat mengindikasikan seseorang terkena kanker paru, antara lain deman, kelelahan yang ekstrim, kesulitan makan atau menelan, dan kehilangan nafsu makan. Untuk mencegah terkena kanker paru sebaiknya menghindari merokok dan menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga.

Narasumber lainnya, dari Divisi Bedah Onkologi Departemen Ilmu Bedah FK-USU / RSUP HAM dr Kamal Basri Siregar mengatakan, kanker payudara disebabkan multifaktoral di antaranya kelainan bawaan, karsinogen, lingkungan dan gaya hiduap. Untuk pencegahan kanker payudara bagi wanita, perlu deteksi sejak dini, yang dapat dilakukan melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) .

Baca Juga:   Nawal Lubis Dorong Implementasi Transisi Menyenangkan PAUD ke SD