Berita Sumut Perkebunan & Pertanian

Normalisasi Sungai Selamatkan Ratusan Hektar Sawah Pertanian di Pematang Ganjang dan Silau Rakyat

SEI RAMPAH – Normalisasi sungai yang di gagas Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya bersama Wakil Bupati Adlin Tambunan di beberapa sungai di Kabupaten Serdang Bedagai tampaknya membuahkan hasil.

Diantaranya ratusan hektar sawah pertanian di Desa Pematang Ganjang dan Desa Silau Rakyat akhirnya bisa panen, padahal pada 2021 lalu, ratusan hektar pertanian di Desa ini terendam banjir akibat sedimentasi sungai Rampah.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Maju Bersama Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah, M. Pangaribuan mengaku bahwa pada tahun ini, ratusan hektar sawah pertanian di Desa Pematang Ganjang berhasil panen meskipun musim penghujan tiba.

“Sekarang ini, 150 hektar sawah pertanian di Pematang Ganjang sedang panen. Padahal tahun 2021 lalu, 3 kali tanam, lahan selalu terendam banjir akibat sedimen sungai. Kini sejak di normalisasi, meski hujan kami tak lagi khawatir sawah terendam, karena debit air bisa ditampung sungai, ” Ungkapnya, Kamis (22/9/2022).

Selama ini, ia bercerita jika musim penghujan, petani di Desa Pematang Ganjang dan Silau Rakyat akan cemas, pasalnya lahan pertanian mereka akan terendam banjir seiring meluapnya sungai Sei Rampah.

“Alhamdulillah, sejak di Normalisasi, meskipun hujan, air dapat ditampung sungai. Ini menyelamatkan ratusan hektar lahan pertanian yang ada, petani pun tidak lagi resah,” Ujarnya.

“Nampak bahwa pemimpin Serdang Bedagai ini peduli pada petani, normalisasi yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) ini berkat Bupati dan Wakil Bupatinya terus mengejar BWS untuk normalisasi, apalagi ditambah dengan dukungan normalisasi yang dilakukan pengurus CSR perusahaan gagasan Bupati, makin mantap sungai ini,” Tambahnya.

Selain itu ia juga berharap agar benteng sungai yang ditinggikan ini tidak ditanami warga dengan tanaman, karena dapat merubah fungsi benteng.

“Saya minta ada peraturan yang mengatur tentang benteng sungai, jangan ditanami, kalo ditanami tanah akan gembur akhirnya saat air naik benteng gak kuat, jebol lagilah benteng yang sudah dibangun, ” Tandasnya.

Saat meninjau lokasi, Wakil Bupati Adlin Tambunan menjelaskan bahwa normalisasi ini dilakukan berkat kerjasama Pemerintah Kabupaten dengan Balai Wilayah Sungai Provinsi Sumatera Utara. Normalisasi ini menjadi perhatian pihaknya karena dianggap penting dalam mencegah banjir di kawasan sekitar sungai.

“Setelah di normalisasi, mari sama-sama kita jaga sungai ini, jangan buang sampah ke sungai dan bentengnya jangan ditanami, saya minta Camat dan Kades hingga Kadus melarang warga menanami benteng karena dapat merubah fungsi benteng, ” Ungkap Adlin saat meninjau normalisasi sungai Sei Rampah.

Ditemani Kepala Dinas PUPR Sergai Johan Sinaga, Adlin juga mengatakan bahwa ada 5 titik pengerjaan yang dilakukan oleh BWS yaitu Sungai Belutu sepanjang 2000 meter, dan pembangunan Bronjong 55 meter

Normalisasi sungai Rambung sepanjang 2000 meter dari jembatan Tol jalan Belidaan menuju muara Sungai Belutu. Pembangunan Bronjong Sungai Putih sepanjang 80 meter.

Selanjutnya, normalisasi sungai Bahilang 1500 meter dan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 80 meter. Normalisasi Sungai Bamban atau Saluran Buang sepanjang 1500 meter dan pembangunan TPT sepanjang 160 meter.

Selain itu, Adlin juga memaparkan bahwa Normalisasi Sungai juga dilakukan oleh forum TJSLP  Sergai dengan target sepanjang 15.250 meter dan terlaksana sepanjang 5.300 meter dengan uraian sepanjang 2.700 meter normalisasi sungai Belutu pada Desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin.

Selanjutnya, sepanjang 2.500 meter pada Desa Pekan Kecamatan Tanjung Beringin. Sepanjang 100 meter normalisasi dan perbaikan tanggul jebol pada Desa Silau Merawan Kecamatan Dolok Masihul. “Kita harap normalisasi ini bisa membantu warga dan banjir bisa teratasi,” Tandasnya. (MS8)

Tinggalkan Balasan