Ekonomi

Pasar Induk Laucih Berpotensi Berkembang Jadi “Medan City Of Traders”

mediasumutku.com| MEDAN- Pasar Induk Lau Cih sudah beroperasi lima tahun. Sejak berdirinya tahun 2015 dengan platform pasar sayur-mayur dan buah-buahan. Kini, di tahun 2018 lalu, Pasar Induk mengembangkan bisnisnya menjadi pusat pasar dengan memulai dagang Ikan, daging dan sembako, selanjutnya rempah- rempah.

Perkembangan ini sangat direspon masyarakat maupun pedagang. Bahkan, konsep dibuat sedemikian rupa oleh pemerintah dan masyarakat agar bisa menjadi pusat pasar yang modern dengan diwujudkannya Medan City Of Traders.

Pengamat Pasar sekaligus Ketua Koperasi Pedagang Ikan dan Nelayan Pasar Induk Laucih Medan, Benson Adisaputra Kaban, mengatakan, kini pasar Induk sudah berjalan bagaimana mestinya, khususnya buah-buahan sudah menjadi barometer pasar buah di Sumatera (tidak hanya di Medan), bahkan ditataran nasional sudah di perhitungkan.

Sayur-mayur khusus bawang sudah menjadi basis, yang lainnya khusus sayur hijau masih belum maksimal, ini semata-mata karena masih banyak sayur-mayur dari gunung langsung dijual ke berbagai pasar Tradisional di Medan.

“Namun, transportasi mobil Pick Up/empat roda untuk mengantar ke seluruh pasar Tradisional di pasar Induk masih dalam proses perintisan. Sisi lain yang istimewa dari Pasar Induk Lau Cih adalah keamanan, dikutip dari pedagang dan pembeli, sepanjang sejarah di Medan baru inilah Pasar paling aman untuk pedagang dan pembeli,”katanya, Sabtu (26/9/2020).

Konsep Pasar tersebut adalah pengelola hadir sebagai Traders, tidak sekedar tukang catut karsis iuran harian. Pengelola menjamin ketersediaan Barang dagangan dan memastikan penjual dengan sistem bagi hasil yang adil dan pengelola mempromisikan pasar serta mendistribusikan barang dagangan tersebut.

Dengan sistem tersebut, katanya, nelayan, petani dan penyedia bahan baku/barang dagangan bisa langsung datang membawa barang dagangan nya ke Pasar Induk dan terjadi proses tawar-menawar harga.

“Ada hal yang sangat menarik, jika di pasar induk sudah menjadi pusat barang sembako, lahir pasar rempah-rempah. Pedagang kayu manis akan datang dari kawasan Gunung Kerinci di Jambi dan Dalmas Raya di Sumatera Barat, pedagang kemenyan dari Barus, pedagang kelapa dari Aceh dan Nias, pedagang lada dari Aceh, andaliman akan datang dari Hubang Hasudutan, dan lainnya,” ujarnya.

Lain sisi, wisatawan yang datang ke Medan juga akan singgah di pasar Induk untuk mengunjungi pasar rempah-rempah tersebut, dan didukung oleh berbagai produk yang sudah ada. Medan akan sebagai kota transaksi bisnis, segala golongan ekonomi akan hidup berdampingan di Medan.

“Apalagi di samping Pasar Induk sudah dirancang untuk Terminal terpadu dan Pos Polisi serta kawasan Bisnis lainnya. Diharapkan Pasar Induk Laucih dapat terwujud sebagai Pusat pasar Modern dan salah satu Icon Kota Medan sebagai City Of Traders,” pungkasnya. (MS11)