Ekonomi Headline Nasional Teknologi

Peduli Lingkungan, Sinar Mas Wariskan ‘Sumber Oksigen’ ke Generasi Masa Depan

Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja menyampaikan ‘Kesulitan apa pun yang dihadapi, pasti bisa diatasi asal punya keinginan untuk berjuang’.

Ketika mendengar kata Sinar Mas, maka yang terbersit dipikiran kita adalah sebuah perusahaan besar dengan berbagai terobosan dan pilar bisnis. Sinar Mas melalui tujuh pilar bisnisnya : Pulp dan Kertas, Agribisnis dan Pangan, Layanan Keuangan, Pengembang dan Realestat, Telekomunikasi, Energi dan Infrastruktur, serta Layanan Kesehatan memiliki kepedualian terhadap keberlangsungan lingkungan lewat berbagai aksi dan kepeduliannya diberbagai kota.

Oleh : James P Pardede

Sinar Mas berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan melalui aspek ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Dari setiap pilar bisnis yang ada, Sinar Mas mengedepankan pengelolaan komoditas serta layanan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, yang sekaligus mampu mendorong kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

Eka Tjipta Widjaja sebagai pendiri Sinar Mas telah menanamkan rinsip pantang menyerah dan gigih berjuang untuk kesejahteraan hidup. Sinar Mas yang bergerak dalam penyediaan energi listrik, pertambangan batu bara, infrastruktur, bahan kimia, perdagangan ritel dan multimedia, sejak tahun 1998 melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan sejumlah perusahaan di bawah naungannya selalu memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan.

Melalui salah satu pilar usahanya, Sinar Mas telah melakukan sejumlah kegiatan sebagai upaya mewujudkan Program CSR bidang lingkungan. Contoh program adalah Festival Hijau yang rutin diselenggarakan sejak 2004 sebagai upaya mengampanyekan, melatih, membina, dan gerakan moral, penghargaan, serta promosi terhadap semua aspek lingkungan. Kepedulian Sinar Mas terhadap lingkungan tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Baru-baru ini, Sinar Mas kembali melakukan aksi nyata untuk membangun budaya memilah sampah.

Upaya itu dilakukan dengan mengedukasi warga di sana untuk memilah sampah rumah tangga, mengonversinya menjadi uang, dan menyalurkannya untuk masyarakat kurang mampu.

Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kesadaran warga terhadap pentingnya memilah sampah, khususnya sampah plastik. Kegiatan pilah sampah itu diharapkan menjadi kebiasaan di klusternya dan bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu.

Tidak hanya menaruh kepedulian terhadap banjir dan sampah, Sinar Mas memperluas ruang terbuka hijau melalui penanaman pohon, sejalan dengan visi Eka Tjipta Foundation (ETF) menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Penanaman adalah upaya paling sederhana namun efektif dalam merawat paru-paru kota, melestarikan lingkungan serta memerangi perubahan iklim. Hampir semua pihak dapat terlibat melakukannya. Akan baik jika jiwa kerelawanan juga dapat diterjemahkan dalam kegiatan penanaman dan perawatan pohon,” kata Ketua Umum ETF, Hong Tjhin dalam sebuah kesempatan.

Penanaman pohon adalah investasi generasi sekarang kepada generasi masa depan. Dimana, pohon yang ditanam hari ini akan mewariskan Oksigen bersih di masa yang akan datang.

Kualitas Lingkungan Hidup

Aktivitas bisnis Perseroan dan entitas anak, terutama di bidang pertambangan batu bara, berkaitan langsung dengan lingkungan dan oleh karenanya perlu dilakukan perencanaan dan realisasi pengelolaan lingkungan yang baik sehingga dapat senantiasa menjaga, mengembalikan, dan/atau meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah operasi baik selama maupun pasca operasi.

Program-program terkait aspek lingkungan yang telah dilaksanakan oleh Perseroan dan entitas anak selama tahun 2019 sampai dengan 2021, antara lain Penggunaan Energi, Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca, Pengelolaan Kualitas Udara, Pengelolaan Limbah dan Pengelolaan Sumber Air dan Efluen.

Penggunaan energi yang efisien dan bertanggung jawab merupakan salah satu komitmen PT Borneo Indobara (BIB) untuk meminimalkan dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas operasi penambangan serta untuk menjaga kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Perseroan melalui entitas anak telah menggunakan tenaga surya dan B20 dan B30-graded biodiesel dalam operasi penambangan batu bara.

Kemudian, untuk pemanfaatan energi dalam kegiatan operasi BIB menghasilkan emisi GRK. Oleh karena itu, BIB senantiasa berupaya untuk menekan emisi GRK yang dihasilkan sebagai bentuk dukungan dan peran aktif dalam mengurangi laju pemanasan global dan dampak negatif dari perubahan iklim dunia.

Selain melepaskan emisi GRK ke udara, kegiatan penambangan batu bara juga melepaskan sejumlah polutan udara lainnya dalam bentuk senyawa nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), sulfur oksida (SOx), dan total partikel tersuspensi (TSP). Polutan-polutan udara tersebut dapat menimbulkan dampak negatif kesehatan terhadap para pemangku kepentingan yang berada di dalam atau di sekitar wilayah operasi BIB, seperti karyawan, pemasok, kontraktor, dan masyarakat lokal.

Dalam upaya mencegah dampak negatif kesehatan, BIB menerapkan program manajemen kualitas udara untuk memantau dan memelihara kualitas udara agar tetap berada dalam ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah. BIB melibatkan pihak laboratorium eksternal yang terakreditasi untuk memantau kualitas udara di sekitar wilayah operasional secara rutin. Hasil pengujian laboratorium disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Tidak hanya masalah pemanasan global, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BIB menghasilkan limbah berupa overburden, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta limbah non-B3. Limbah B3 berupa pelumas, kain perca, minyak, saringan, selang, dan baterai otomotif. Sedangkan limbah non-B3 yang dikumpulkan terdiri dari ban, besi, kertas, dan plastik.

Pada tahun 2021, BIB menggunakan kontraktor untuk mengelola limbah B3 dan non-B3 yang dihasilkan. Pengelolaan limbah padat B3 dilakukan sesuai dengan Kebijakan Penanganan dan Penyimpanan Limbah B3 yang telah memenuhi standar nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain dengan menggunakan kontraktor, untuk pengelolaan limbah non-B3, BIB juga melibatkan karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk ikut berpartisipasi meminimalkan limbah dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi pupuk kompos dan bahan baku untuk pembuatan makanan ikan.

Untuk memantau efisiensi penggunaan air dalam kegiatan operasional BIB, BIB telah menerapkan program pengelolaan dan konservasi air. Pemantauan air yang direkomendasikan dan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan air ini meliputi penilaian jejak air dan siklus hidup, revegetasi tanaman di sempadan sungai, pencegahan pembuangan limbah, dan pemasangan Tinggi Muka Air (TMA) logger.

Keterlibatan pemangku eksternal dilakukan melalui verifikasi lokasi tahunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah pada sistem dan praktik pengelolaan air. Umpan balik yang diterima akan digunakan sebagai input perbaikan.

Penghargaan

Karena keseriusan dan komitmennya dalam mendukung kelestarian lingkungan, PT Borneo Indobara (BIB) meraih tiga penghargaan dalam Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021. Ketiga penghargaan tersebut adalah ‘The Most Committed Corporate for SDG’s on Environment Pillar, ‘The Most Committed Corporate for SDG’s on Social Pillar’ dan ‘The Top Leadership for SDGs’.

Selain itu, ada juga apresiasi lain berdasarkan SDGs yang diterima PT Borneo Indobara, yaitu:

Platinum
1. SDGs 9.1 = Pengembangan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan untuk bisnis perusahaan dan masyarakat

Gold
1. SDGs 4.3 = meningkatkan kualitas SDM melalui Pemberdayaan Agen Desa
2. SDGs 12.5 = pengolahan limbah (organik dan anorganik) untuk kesejahteraan masyarakat
3. SDGs 14.1 = inisiatif dalam program konservasi pesisir dan laut berbasis masyarakat
4. SDGs 6.1 = Peningkatan kualitas dan akses air bersih bagi masyarakat
5. SDGs 8.3.1 = Peningkatan peluang usaha dan kerja bagi masyarakat
6. SDGs 15.3 = Berkah lahan paska tambang untuk legacy Kab. Tanah Bumbu

Silver
1. SDGs 9.1 = Peningkatan infrastruktur desa yang berdampak kepada sosial ekonomi masyarakat

Individual
1. Manager = Digitalisasi start up menuju social enterprise yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Semangat pantang menyerah dan sifat sosial yang diwariskan oleh sang Founding Father, Eka Tjipta Widjaja, menjadikan Sinar Mas terus sejalan beriringan dengan Indonesia. Dari sebuah usaha kecil, kini Sinar Mas telah tumbuh menjadi sebuah perusahaan nasional dengan kurang lebih 380.000 karyawan. Tujuh pilar usahanya tersebar di berbagai industri yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Perjalanan dan perjuangan Eka Tjipta Widjaja dalam membangun usahanya membuat pendiri Sinar Mas ini dikenal sebagai tokoh yang gigih dalam menghadapi tantangan. Semangat pantang menyerah beliau dapat menjadi inspirasi kita dalam menghadapi situasi yang sulit.

Kepeduliannya terhadap keberlangsungan lingkungan lewat penanaman pohon menjadi salah satu bentuk kepedulian Eka Tjipta Widjaja dalam mewariskan sumber Oksigen bagi generasi masa depan.