Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi China Dongkrak Harga Emas

mediasumutku.com | JAKARTA – Pada perdagangan Jumat (17/1/2020) sekira pukul 19.15 WIB, harga emas menguat ke level US$ 1.556,86 per ons troi atau naik 0,28%. Harga emas spot tercatat rebound setelah rilis angka pertumbuhan ekonomi China.

Dalam penguatan ini dipicu oleh laju PDB China di 2019 yang hanya 6,1%, terendah dalam 29 tahun terakhir. Analis Kapital Global Investama Alwi Assegaf menilai, perlambatan ekonomi China memiliki dampak terhadap ekonomi global dan harga emas.

“Sebagai aset safe haven, isu perlambatan global akan menjadi katalis positif buat emas karena investor akan beralih dan memilih emas sebagai lindung nilai,” ujar Alwi.

Dia menilai kenaikan ini bisa berdampak jangka panjang, terlebih jika trade war kembali mencuat. Pada penandatanganan kesepakatan dagang fase sau antara Amerika Serikat (AS)–China disebutkan pengenaan tarif atas China masih berlaku hingga pemilu AS pada November 2020 mendatang.

“Ini mengindikasikan kesepakatan dagang fase dua bisa jadi memakan waktu yang lebih panjang dan alot. Kondisi tersebut tentunya menimbulkan ketidakpastian di pasar dan emas akan mendapatkan dampak positif,” jelas Alwi.

Alwi memperkirakan tren naik harga emas masih akan terjadi pada pekan depan. Sebab terdapat data ekonomi yang dapat memengaruhi pergerakan emas. Sektor manufaktur dan jasa di negara-negara maju diramal masih kontraksi sehingga menunjukkan adanya potensi perlambatan ekonomi global.

Pada perdagangan pekan depan, Alwi memproyeksikan harga emas spot kemungkinan berada di kisaran US$ 1.540–US$ 1.587 per ons troi.