Hankam

Pusat Teritorial TNI AD Kunjungi Asahan

Asahan – Direktur Sistem dan Metode Pusat Teritorial Angkatan Darat (Dirsisment Pusterad) Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta, bersama Kasubditbinjemenorg Dirsisment Pusterad, Kol ARH Fachrudin Usuluddin, mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan, Selasa (2/8/2022).

Kedatangan rombongan Pusterad tersebut disambut oleh Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin di pendopo rumah Dinas Bupati Asahan, bersama sejumlah forum koordinasi pimpinan daerah.

Wakil Bupati Taufik Zainal Abidin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan dalam silaturrahmi dengan Forkopimda dan tokoh masyarakat yang dirangkai dengan pelaksanaan bimbingan teknis tata laksana dan sistem rencana pengendalian pembinaan teritorialbdi Kabupaten Asahan.

“Kehadiran Direktur Sistem dan Metode Pusat Teritorial Angkatan Darat (Dirsismet Pusterad) beserta rombongan ini merupakan kebanggaan bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Asahan. Melalui momentum ini diharapkan soliditas antara TNI dengan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan kondusifitas keamanan daerah khususnya di Kabupaten Asahan,” kata Wakil Bupati

Lebih lanjut Wakil Bupati menyampaikan, bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Asahan secara umum aman dan kondusif. Hal ini dapat terwujud berkat kerjasama dan koordinasi yang terbangun secara terus menerus dengan Forkompinda.

Sementara itu Dirsismet Pusterad dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Tim Pusterad Kolonel Inf. Arh. Fachruddin Usuluddin, menyampaikan bahwa sesuai Perkasad Nomor 26 tahun 2019 dijelaskan bahwa pusterad adalah badan pelaksana di tingkat pusat yang berkedudukan langsung dibawah Kasad dan memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan fungsi teknis teritorial serta membantu gerakan operasi militer perang dan operasi militer selain perang dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD melalui bidang sistem dan metode.

“Bahwa sesuai amanat Undang-Undang RI No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, bahwa sistem pertahanan negara adalah sishanta yang melibatkan seluruh warga Negara, wilayah dan sumber daya Nasional lainya,” ungkapnya. (MS10)