Medan

Renovasi Pasar Tradisional Belawan Direncanakan Tahun 2022

mediasumutku.com|MEDAN-Para pedagang di pasar Belawan berharap, agar pasar direnovasi karena kondisinya dinilai sudah tidak layak lagi.

Pasalnya, pasar Belawan kerap banjir setiap kali hujan deras turun. Penyebabnya, pasar tidak memiliki drainase sehingga air hujan mengenangi pasar. Setelah air surut, pasar pun menjadi becek dan bau sehingga sangat mengganggu kenyamanan dalam melakukan transaksi jual beli.

Hal itu disampaikan pedagang saat kunjungan Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Muhammad Lutfi dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau pasar tradisional Belawan di Jalan Jawa, Kelurahan Bahari II, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (30/4/2021).

Menjawab keluhan pedagang, Mendag Muhammad Lutfi berjanji kepada Wali Kota akan membereskan permasalahan pasar tradisional Belawan di Jalan Jawa ini sehingga menjadi lebih baik dan lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Kita akan menyiapkan pasar-pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar-pasar modern sehingga, dapat memberikan nafkah dan pendapatan yang baik kepada penjual dan kenyamanan kepada pembeli. Mudah-mudahan akan kita kerjakan pada tahun anggaran yang akan datang. Pada kesempatan pertama, kita akan bereskan administrasinya dan saya akan tulis surat langsung kepada Menteri PUPR agar bisa dianggarakan sehingga bisa dimulai pngerjaannya,” jelasnya.

Sementara itu Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, saat ini jumlah pedagang yang berjualan di pasar tradisional Belawan Jalan Jawa ini sebanyak 300-an pedagang, sedangkan jumlah pedagang yang berjualan di luar pasar kurang lebih 400-an pedagang. Pemko Medan sudah memiliki detail engineering design (DED) untuk pasar tradisional Belawan ini.

“DED pasar tradisional Belawan ini sudah ada, Jika sudah dibangun nanti, kami berharap pasar ini nanti dapat menampung 600-700-an pedagang. dengan begitu akan membuat pedagang dan pembeli lebih nyaman,” jelas Bobby.

Bobby menambahkan, saat proses pembangunan pasar tradisional Belawan nanti dilakukan, Pemko Medan sudah menyiapkan lokasi penampungan untuk para pedagang sehingga mereka tidak terganggu untuk mencari nafkah karena rencana pembangunan pasar tradisional sudah lama diajukan.

“Rencana pembangunan pasar ini sudah lama diajukan, DED-nya juga sudah ada, tentunya selama masa pembangunan relokasi untuk pedagang sudah kita pikirkan. Alhamdulillah, pagi ini Bapak Menteri dan Gubernur sudah meninjau langsung. Mudah-mudahan pembangunan pasar tradisional Belawan ini bisa segera dilaksanakan di anggaran tahun depan,” ujarnya

Sementara itu, peninjauan ini dilakukan guna mengecek ketersediaan bahan kebutuhan pokok untuk puasa Ramadhan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Sumatera Utara, terkhusus Kota Medan.

Selain mengecek ketersediaan bahan kebutuhan pokok maupun daging sapi, Mendag juga menanyakan harga guna memastikan apakah terjadi kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk selanjutnya dilakukan langkah-langkah mengatasinya.

Menurut Muhammad Lutfi, ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup bagus dan harga dinilai merupakan salah satu yang terbaik di Pulau Sumatera. Berdasarkan peninjauan yang dilakukan, Mendag mengungkapkan, harga daging sapi Rp.125.000/kg, harga cabai rawit sudah turun menjadi Rp.50.000/kg, harga cabai merah di kisaran Rp.30.000/kg dan ada yang menjual Rp.28.000/kg.

“Jadi saya menyimpulkan ketersediaan harga bahan kebutuhan pokok di Sumut, terutama Kota Medan cukup baik dan bagus. Mengenai harga, stabil dan terjangkau. Mudah-mudahan ini dapat membuat puasa kita lebih khusyuk dan kita lebih bersemangat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” kata Mendag.(MS7)