Ekonomi

Rupiah Masih Melempem di Posisi Rp13.930/U$D

mediasumutku.com | JAKARTA – Meski Pengumuman Bank Indonesia (BI) soal kenaikan cadangan devisa menjadi US$ 129,2 miliar pada bulan Desember 2019 belum mampu mengangkat rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (8/1), pukul 11.48 WIB, rupiah masih melemah di Rp 13.930 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah tersebut melemah 0,37% atau turun 52 poin dari posisi penutupan perdagangan kemarin, Selasa (7/1) yang di posisi Rp 13.878 per dolar AS.

Selain rupiah, mata uang China, Yuan juga melemah 0,07 ke posisi 6.9457 dari dolar AS dan dolar Singapura juga melemah 0,003% k posisi 1.3510 terhadap dolar AS.

Nilai tukar dolar AS melemah di tengah lonjakan harga emas yang mencapai level US$ 1.600 per ons troi pada pagi ini. Harga emas melonjak setelah Iran menyerang dua pangkalan militer AS di Irak.

Serangan rudal Iran ini menyebabkan lonjakan pada aset safe haven seperti emas dan yen. Tak cuma dua instrumen tersebut, mata uang Swiss franc pun menguat ke level tertinggi sejak akhir September 2018. Mata uang Swiss franc ini hanya melonjak ketika ada risiko geopolitik.