Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineSumut

Sambut Sail Nias, Dekranasda Sumut Hadirkan “Tanda Mata Sultan”

×

Sambut Sail Nias, Dekranasda Sumut Hadirkan “Tanda Mata Sultan”

Sebarkan artikel ini

“Tanda Mata Sultan” diambil dari unsur Melayu yang menggambarkan Istana Maimun sebagai salah satu ikon Provinsi Sumatera Utara.

Medan, Mediasumutku.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara Nawal Edy Rahmayadi bersama Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah melaksanakan rapat membahas rencana kelanjutan pembangunan stand Tanda Mata Sultan yang segera dibangun di areal Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA), Kabupaten Deli Serdang.

Baca juga: Selamat Datang, Presiden Jokowi. Infrastruktur Sail Nias Sudah 90 Persen

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Nawal Edy Rahmayadi bersama Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah melaksanakan rapat membahas rencana kelanjutan pembangunan stand Tanda Mata Sultan dan persiapan Sail Nias dan Kriya Nusa 2019.

Rapat yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumatera Utara di Jalan Teuku Daud, Kelurhana Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (21/8/2019) pagi ini, turut M Amelia Prasetio sebagai pengurus Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, serta dihadiri para Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Romy Mariani Eddy Berutu serta pejabat yang mewakili Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi.

Baca Juga:   Pemprov Sumut Lakukan Berbagai Upaya Maksimalkan Realisasi APBD

Baca juga: Akan Ada 1000 Tenda Untuk Sail Nias 2019

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara Nawal Edy Rahmayadi dalam rapat tersebut menjelaskan pemberian nama Stand Galeri Dekranasda dengan sebutan “Tanda Mata Sultan”. Nama tersebut diambil dari unsur Melayu yang menggambarkan Istana Maimun sebagai salah satu ikon atau ciri khas wisata provinsi Sumatera Utara yang telah mendunia.

Untuk itu, Nawal Edy Rahmayadi berobsesi nantinya stand Tanda Mata Sultan dapat diisi berbagai produk lokal, berupa kerajinan khas daerah, bukan produk hasil industry atau pabrikan.

Baca juga: Di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Presiden Jokowi Akan Diberi Marga

“Kita bisa menambahkan hasil kerajinan daerah seperti ulos, hasil tenun motif khas sumatera utara, (Termasuk) nanti kita buat bolu khas sumatera utara bukan diambil dari toko. Namun kita buat sendiri beda dengan yang lain,” tutur Nawal Edy Rahmayadi.

Rapat ini selain membahas rencana kehadirian galeri Dekranasda Provinsi Sumatera Utara “Tanda Mata Sultan” di KNIA, rapat juga sekaligus membahas penggunaan stand Dekranasda untuk memamerkan hasil kerajinan daerah Provinsi Sumatera Utara kepada para peserta Sail Nias dan Kriya Nusa yang direncanakan berlangsung pada 11 hingga 14 September 2019 mendatang.

Menurut Ketua Dekranasda Sumut, pada puncak Sail Nias dan Kriya Nusa di tanggal 14 September 2019 nantinya akan dihadiri Presiden Joko Widodo bersama tamu undangan dari manca negara.

Baca Juga:   Sabrina Paparkan Peluang Investasi Unggulan Sumut Kepada Dubes Belgia

“Stand ini akan diisi dengan produk-produk olahan daerah yang disediakan Dekranasda Kabupaten Nias Utara serta produk hasil olahan Kementrian Perindustrian, sedangkan stand akan diisi oleh Dekranasda Sumatera Utara,” kata Nawal Edy Rahmayadi.

Dikatakan Nawal, produk-produk yang akan menghiasi stand galeri Dekranasda Sumut, antara lain Kerajinan Khas Kabupaten Nias Utara oleh Dekranasda Kabupaten Nias Utara, Produk Kopi berbagai daerah, Batik motif khas Sumatera Utara, Tenun Songket dan Ulos.

“Kita akan terus melakukan persiapan secara detail, kita maksimalkan semua yang kita punya, karena disini lah kita dapat memperkenalkan sumatera utara serta mengenalkan wisata bahari ini ke dunia,” tambah Nawal Edy Rahmayadi.(MS2/cr1)