Ekonomi

Sesi I, IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

mediasumutku.com | JAKARTA – Pada sesi I, di perdagangan Kamis (5/12/2019) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan pergerakannya di zona hijau. Mengutip RTI, IHSG naik 0,45% atau 27,585 poin ke level 6.140,464.

IHSG sekaligus menembus level tertinggi lebih dari dua pekan dibantu oleh saham konsumen dan perbankan. Tercatat 208 saham naik, 178 saham turun, dan 120 saham stagnan. Total volume 5,151 miliar dengan nilai transaksi capai Rp 3,194 triliun.

Saham perusahaan barang-barang konsumen Unilever Indonesia naik 0,7%, sementara saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) naik 1,5%. Indeks dari 45 saham paling likuid di Indonesia naik 0,8%.

Di pasar reguler, investor asing catatkan net buy Rp 5,62 miliar. Sementara, keseluruhan perdagangan, asing bukukan net sell Rp 20,93 miliar.

Adapun saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 45,8 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 24,2 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 14,2 miliar.

Sedangkan, saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 85,8 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 34,3 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 32,9 miliar.

Asal tahu, mayoritas pasar saham Asia Tenggara berada di zona hijau pada perdagangan Kamis (5/12). Terangkat sinyal Amerika Serikat (AS) dan Beijing pada jalur untuk mencapai kesepakatan perdagangan fase awal.

Melansir Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu (4/12), negosiasi perdagangan dengan China berjalan “sangat baik”. Sehari setelah menyarankan bahwa kesepakatan mungkin tidak datang sampai setelah pemilihan presiden AS tahun 2020.

Komentar itu memicu penurunan di pasar global pada hari Rabu. “Tampaknya perwakilan Trump dari perundingan kesepakatan perdagangan AS-China, yang sebelumnya terlalu gugup, memicu respons bantuan yang spontan,” Mizuho Bank mengatakan dalam sebuah catatan dikutip Reuters.

Secara terpisah, laporan-laporan media menyatakan bahwa AS-China lebih dekat untuk menyepakati jumlah tarif yang akan dibatalkan dalam kesepakatan perdagangan fase-satu.