Berita Sumut Headline Pendidikan Sumut

SMA Santo Thomas 1 Medan Kedepankan Pendidikan Karakter dan Konsisten Jalankan Prokes

MEDAN – Pasca ditemukannya siswa-siswi di beberapa sekolah terkonfirmasi positif Covid-19, Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Santo Thomas 1 Medan yang bernaung dibawah Yayasan Perguruan Katolik Don Bosko KAM di Jalan S Parman Medan memastikan seluruh guru dan murid sudah menjalankan program vaksinasi dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SMA Swasta Santo Thomas 1 Medan, Drs. Cawir Tarigan, Kamis (17/2/2022) di masa pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang akhirnya berubah dan harus disesuaikan serta mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah dan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka 100 persen di masa pandemi Covid-19.

“Untuk pelaksanaan program pembelajaran tatap muka, kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya dalam mendukung program pemerintah menerapkan protokol kesehatan. Fasilitas pendukungnya seperti penyediaan tempat untuk mencuci tangan, sabun cuci tangan, pengering, thermo gun dan pelaksanaan kegiatan sanitasi yang konsisten sudah kita persiapkan dan laksanakan agar sekolah juga ikut berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini,” kata Drs. Cawir Tarigan.

Sekolah Santo Thomas 1 Medan yang berdiri pada 16 Oktober 1955 ini, kata Cawir Tarigan sudah banyak menghasilkan lulusan dan diterima di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri.

Berdasarkan data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN), lanjut Cawir Tarigan peringkat SMA Santo Thomas 1 Medan tahun 2020 untuk tingkat Nasional 276, Provinsi urutan 8 dan Medan urutan 6. Kemudian di tahun 2021 peringkat Nasional di urutan 188, Provinsi urutan 6 dan Medan ada di urutan 3.

“Memasuki tahun ajaran baru 2022/2023, SMA Santo Thomas 1 Medan membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Pendaftaran gelombang I dimulai 2 Februari sampai 16 April 2022, gelombang II dimulai 18 April sampai 25 Mei 2022,” katanya.

Dalam pembelajaran di Santo Thomas 1 Medan, kata Cawir Tarigan selalu mengutamakan pendidikan karakter agar bisa membawa peserta didik menjadi generasi yang kreatif dan optimis.

Untuk mendukung program pembelajaran, beberapa waktu lalu sekolah sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi, lanjut Tarigan karena jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 varian Omicron semakin tinggi pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan diganti dengan pembelajaran dalam jaringan (daring).

“Kebijakan pembelajaran daring tetap kita jalankan agar peserta didik tetap mendapatkan pengetahuan sesuai dengan harapan mereka dan orang tua. Kepada siswa yang terkonfirmasi kita sarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan bisa tetap mengikuti pembelajaran daring,” paparnya.

Lebih lanjut Cawir Tarigan menyampaikan bahwa program vaksinasi untuk guru sudah dilaksanakan tahun 2021 dan vaksin ketiga (Booster) sudah digelar awal tahun 2022. Sementara untuk program vaksinasi bagi siswa dilaksanakan Agustus dan September 2021.

“Semoga pandemi ini segera berakhir agar sekolah tatap muka bisa kembali digelar dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.