Headline Kesehatan Sumut

Sumut per 13 Juli: Sembuh Corona 577 Orang

Mediasumutku.com | MEDAN– Pentingnya warga Sumatera Utara untuk Protokol kesehatan mulai dari Gunakan Masker pelindung hidung dan mulut, jaga jarak 1-2 meter, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari kerumunan orang banyak, dengan langkah ini, penyebaran virus corona atau Covid-19 untuk wilayah Sumatera Utara dapat segera terkendali.

Hal ini dikatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atau Pemprovsu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara zmelalui Juru Bicara Mayor Kes dr Whiko Irwan D. SpB saat dihubungi wartawan, Senin (13/7/2020).

Berdasarkan hasil data terkonfirmasi, ada Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada peningkatan 30 orang. Sehari sebelumnya, jumlah tersebut tercatat sejumlah 2.182 orang, kini menjadi 2.212 orang.

Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 284 orang, ada peningkatan jumlah 19 orang. Dimana sehari sebelumnya jumlah pasien sebanyak 265 orang.

Karumkit Dr. Abdul Malik Mayor Kes Dr. Whiko, mengungkapkan data pasien positif Covid-19 melalui metode PCR, terjadi peningkatan naik sebanyak 44 orang dari 2.323 orang menjadi 2.367 orang. Jika kita beralih pada kasus pasien positif ada penambahan 2 orang pasien meninggal sehingga totalnya ada 126 orang.

Sedangkan untuk data jumlah pasien sembuh 13 orang dari Covid-19 dengan total ada sebanyak 577 orang.

Lanjut dr Whiko mengatakan Pihak GTPP Covid-19 Sumut bahwa penularan di masyarakat masih berlangsung. Untuk itu, patuhilah dan jalankan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jaga jarak aman dan hindari kerumunan massa.

Pihak GTPP Covid-19 Sumut mengucapkan terimakasih kepada warga masyarakat, Instansi dan pelaku usaha yang telah melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dalam beraktifitas dibidangnya masing-masing, sebutnya.

Langkah terbaik kita saat ini adalah dengan memutus rantai penularan Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid dalam kehidupan sehari-hari, pungkas dr. Whiko.