Ekonomi

Tahun Ini, Pasar Properti Dinilai Belum Pulih

mediasumutku.com | JAKARTA – Berdasarkan data Colliers International Indonesia Research Services mencatat persediaan apartemen terus tumbuh, padahal penyerapannya cenderung stagnan bahkan turun. Terutama di wilayah Jakarta dan Surabaya.

Menghadapi situasi tersebut, PT Intiland Development Tbk (DILD) tetap optimistis dan berhati-hati. Perusahaan juga hanya melanjutkan penjualan dari proyek yang sudah ada, dengan menyasar pasar end-user. Maka dari itu perusahaan memilih lokasi proyek di dalam kota.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony melihat di tengah kondisi penurunan penjualan apartemen, maka pendapatan DILD juga berpeluang ikut turun.

Sementara itu, pendapatan berulang alias recurring income juga dinilai belum terlalu kuat. “Untuk recurring income DILD sendiri masih belum kuat untuk menopang perusahaan,” ujar Chris, Senin (13/1).

Adapun, pada tahun 2018, jumlah recurring income perusahaan mencapai Rp 596,43 miliar atau naik 12,92% secara tahunan (yoy). Jumlah tersebut setara 23,37% dari total pendapatan.

Kemudian pada kuartal III-2019, recurring income tercatat sebanyak Rp 461,66 miliar atau naik 7,22% yoy. Jumlah tersebut setara dengan 24,9% dari total pendapatan.

“Ke depan, DILD masih akan cenderung stagnan karena investor wait and see. Secara valuasi, pendapatan DILD juga masih tergolong kecil,” jelas Chris.

Adapun, per Senin (13/1) harga saham DILD ditutup melemah 4,55% ke level Rp 294.