Ekonomi

Tren Deflasi Ekonomi Sumut Diprediksi Berlanjut di November

mediasumutku.com | MEDAN – Tren deflasi tingkat perekonomian Sumut diprediksi berlanjut di bulan November ini. Prediksi ini dikemukakan oleh pengamat ekonomi dari Universitas Islam Negeri Sumut, Gunawan Benjamin.
“Saya melihat ada kemungkinan tren deflasi Sumut berlanjut. Hal ini dikarenakan harga cabai merah pada 10 hari terakhir November turun cukup dalam. Dari rata-rata di bulan Oktober sebesar Rp 40.900 per kg, saat ini harga cabai merah sekitar Rp 35.400 per kg. Turunnya, rata-rata sekitar 13 persen,” ungkap Gunawan, Jumat (29/11/2019).

Pun begitu, harga cabai merah di tingkat pedagang bervariasi. Untuk cabai merah kampong (dataran rendah) dijual Rp 20 ribu per kg. Sedangkan cabai merah gunung (dataran tinggi) sekitar Rp 25 ribu per kg.

“Di bulan ini, tren penurunan harga cabai terus terjadi. Jika berlanjut di bulan Desember, maka Sumut justru berpeluang kembali terciptanya deflasi,” kata Gunawan.

Menurut Gunawan, tren penurunan harga cabai ini sangat memungkinkan terjadi lagi di masa yang akan datang. Hal ini perlu diwaspadai mengingat nilai tukar petani cabai harus terjaga. “Penurunan harga cabai belakangan ini ditenggarai oleh banjirnya pasokan yang datang dari wilayah Aceh, sehingga memicu terjadinya penurunan harga,” ujarnya.

Namun demikian, berbeda dengan harga cabai rawit justru merealisasikan rata-rata kenaikan harga. Di bulan Oktober rata-rata harga cabai rawit sekitar Rp 37.600 per kg. Sedangkan di bulan ini harga cabai rawit rata-rata Rp 39.500 per kg.

“Harga cabai rawit rata-rata naik sekitar 5 persen. Selain cabai rawit, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami rata-rata kenaikan harga,” kata Gunawan.
Disebutkan dia, harga bawang merah meroket dari bulan Oktober ke November. Sebelumnya, harga di bulan Oktober rata-rata cabai merah dijual Rp 22.800 per kg. Saat ini dijual dikisaran harga Rp 31 ribu per kg. Atau rata-rata naik sebesar 30 persen dalam kurun waktu satu bulan.

“Sementara, harga bawang putih di bulan oktober rata rata dijual dikisaran Rp 27.500 per kg, di bulan ini naik menjadi Rp 30.600 per kg. Atau, naik sekitar 11 persen,” paparnya.

Lebih lanjut kata Gunawan, meskipun komoditas bahan pokok bawang mengalami kenaikan namun kenaikan harganya terbilang masih dalam batas ambang kewajaran.

“Secara keseluruhan, saya melihat Sumut masih berpeluang mencetak deflasi. Walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi inflasi kecil. Saya memperkirakan inflasi Sumut akan berada dalam rentang -0,2 persen hingga 0,3 persen tetapi dengan kecenderungan membentuk tren deflasi,” imbuhnya.