Nasional

Wajah Dua Pelaku Pembunuh – Bakar Warga Percut yang Dikira Informan Polisi

Tanjungbalai – Dua dari tiga orang pelaku pembunuhan Suriadi (36) warga Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang jasadnya ditemukan tewas di lahan kosong sebuah perkebunan kelapa sawit di Tanjungbalai berhasil diringkus.

Keduanya yakni Bagus Wira (33) dan Supiadi alias Adi Bendol (37) mereka merupakan warga Tanjungbalai, bahkan keduanya sudah lama bekerja di Malaysia dan kebetulan sedang pulang kampung ke kampung halaman. Sedang seorang rekan mereka lainnya berinisial AM masih buron.

“Keduanya terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur karena tidak koperatif dan melawan petugas,” kata Kapolres Tanjungbalai, AKBP Triyadi, saat menggelar konferensi pers dihadapan wartawan, Kamis (12/5/2022).

Pembantaian terhadap korban terjadi di sebuah lahan kosong dekat perkebunan sawit dan disusun oleh otak pelaku Bagus, pada Senin (20/4/2022) sekitar pukul 00:30 WIB yang mengajak dua rekannya untuk turut serta membantu.

Mereka memiliki peran masing-masing. Tersangka Bagus bertugas menjemput korban ke lokasi pembantaian dan menusuk leher korban dengan pisau. Kemudian tersangka DPO bernisial AM mempersiapkan pisau dan parang. Ia juga ikut serta menghabisi nyawa korban bersama tersangka lainnya Supiadi.

“Setelah tubuh korban tidak bergerak lagi, barulah tersangka BW menyiramkan bensin ke tubuh korban dan membakarnya dengan harapan korban tak bisa dikenali,” kata Kapolres.

Namun perkiraan para pelaku ini meleset. Polisi bekerja keras dan berhasil mendapat informasi tentang identitas korban. Polda Sumut ikut membantu mengungkap kasus ini dan membentuk tim untuk mengungkap pelakunya.
Kejadian pembunuhan tersebut berawal dari keinginan Suriadi untuk menjadi PMI di Malaysia. Dia menghubungi salah seorang temannya yang juga bekerja sebagai PMI di negeri jiran tersebut.

Atas saran temannya, Suriadi diminta menghubung pelaku Bagus Wira (32) yang saat itu sedang pulang ke Indonesia. Bagus Wira merupakan salah seorang PMI yang kembali ke Indonesia untuk melihat orang tuanya yang sedang sakit.

“Jadi sebelum peristiwa pembunuhan itu korban Suriadi menghubungi rekannya di Malaysia. Dia bilang ingin merantau kerja ke Malaysia. Lalu rekannya ini menyarankan untuk menemui pelaku Bagus Wira di Tanjungbalai guna mendapatkan informasi tentang cara keberangkatan, mengingat pada saat itu belum ada keberangkatan resmi PMI ke Malaysia baik jalur udara maupun laut,” jelas mantan Kapolres Sibolga ini.

Saran untuk menemui Bagus Wira ke Tanjungbalai akhirnya dituruti oleh korban. Setelah menjalin komunikasi lewat telepon mereka akhirnya bertemu. Bagus Wira bukanlah agen perjalanan PMI. Hanya seorang pekerja yang ingin memberikan informasi.

“Singkat cerita pertemuan mereka membuat pelaku curiga, karena korban menanyakan paspor dan KTP pelaku sehingga dia menyangka korban ini adalah informan yang mencari tau tentang keberangkatan PMI secara ilegal ke Malaysia,” beber Triyadi lagi.

Pelaku merencanakan pembunuhan terhadap korban yang baru dikenalnya. Ia kemudian menghubungi dua rekannya dan menghabisi korban di sebuah lahan kosong hingga membakar tubuh korban untuk menghilangkan jejak. Namun identitas korban tetap bisa dikenali berdasarkan identifikasi inafis dan rekam sidik jari. (MS10)

Tinggalkan Balasan