Ekonomi

Indonesia Dukung ASEAN–Korea Centre Digitalisasi Kegiatan Promosi

mediasumutku.com| MEDAN- Indonesia mendukung program ASEAN–Korea Centre (AKC), yaitu digitalisasi promosi sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata, sebagai bentuk adaptasi di tengah pandemi Covid-19.

Kementerian Perdagangan RI berharap, penerapan digitalisasi ini dapat
memperkuat kerja sama ekonomi dan jaringan komunitas ASEAN dan Korea Selatan, termasuk mempertahankan peluang bisnis pengusaha Indonesia dalam menjajaki pasar Negeri Ginseng.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Kasan mengatakan, pandemi Covid-19 telah mentransformasi gaya hidup dan model bisnis masyarakat di seluruh dunia dengan penerapan digitalisasi.

“AKC, tidak terkecuali, memberdayakan teknologi digital dalam pelaksanaan keseluruhan programnya di tahun 2021. Untuk itu, Indonesia berkomitmen
mendukung program promosi AKC,” kata Kasan, Jum’at (12/2/2021).

Sejumlah program promosi AKC beradaptasi lewat penerapan digitalisasi menjadi penjajakan kesepakatan dagang secara virtual (online business matching), forum bisnis dan seminar daring, bersiaran lewat platform streaming video seperti YouTube, dan publikasi daring.

“Kami memahami bahwa berbagai bentuk format promosi baik luring maupun daring akan berkontribusi positif dalam membuka peluang bisnis bagi pengusaha Indonesia untuk menjajaki pasar Korea Selatan,” ujar Kasan.

Dalam menyusun program tahun 2021, strategi AKC berorientasi pada adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19 lewat peningkatan program berbasis digital, pendekatan holistik dan terintegrasi dengan rancangan program sepanjang tahun dan jangka panjang, dan penguatan kolaborasi di setiap level baik dalam lingkup internal dan eksternal organisasi guna mencapai
tujuan utama.

Sektor yang menjadi perhatian Indonesia dalam kerangka kerja sama ini antara lain peningkatan akses makanan dan minuman, khususnya buah-buahan, agar menjadi bagian dari mata rantai pasokan Korea Selatan,  produk kesehatan, produk kreatif seperti animasi, gim, konten kreatif, dan pengembangan kekayaan intelektual dari kreasi lokal; serta pengembangan mobil listrik dan industri pendukungnya.

“Mobil listrik, khususnya, dapat menjadi salah satu industri yang dikembangkan dalam program AKC tahun 2022. Melalui program ini, Indonesia berharap dapat mengambil bagian dalam mata rantai pasokan mobil listrik untuk kawasan ASEAN dan Korea Selatan,” tutur Kasan.(MS11)