Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Nasional

Pekerja Informal Berpeluang Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

×

Pekerja Informal Berpeluang Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pekerja informal

Binjai – BPJS Ketenagakerjaan, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas perlindungan para pekerja, terus berupaya untuk melindungi seluruh pekerja, termasuk mereka yang bekerja secara informal. Hal ini dilakukan melalui program-program perlindungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Syarifah Wan Fatimah, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Binjai, menjelaskan bahwa dengan pertumbuhan jumlah pekerja setiap tahunnya dan munculnya sektor-sektor pekerjaan mandiri yang baru, perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja menjadi semakin penting.

“Pada saat ini, kami fokus memberikan informasi dan penyuluhan terhadap para pekerja mandiri, terutama yang rentan mengalami risiko kecelakaan kerja, agar mereka juga dapat memperoleh manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Syarifah dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/4/2024).

Baca Juga:   BPGKT Membuahkan Hasil, Kaldera Toba Jadi Anggota Unesco

Syarifah menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan kini menyediakan kepesertaan bagi Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU), pekerja di sektor jasa konstruksi, hingga Pekerja Migran Indonesia. Bagi pekerja mandiri atau BPU, dengan iuran mulai dari Rp36.800 per bulan, peserta dapat memperoleh 3 manfaat program sekaligus, yaitu perlindungan dasar Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan tambahan perlindungan Jaminan Hari Tua (JHT).

“Manfaat program ini sangat beragam. Misalnya, peserta dapat menerima santunan kematian hingga Rp42 juta, serta manfaat beasiswa untuk dua orang anak sampai mereka menyelesaikan kuliah dengan biaya maksimal Rp174 juta,” jelas Syarifah.

Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya ditujukan untuk pekerja formal di perusahaan, tetapi juga terbuka bagi pekerja mandiri seperti petani, nelayan, pedagang, driver ojek online, freelancer, dan asisten rumah tangga.

Baca Juga:   Inspeksi Pemantauan Kinerja, Aswas Kejati Jambi Kunker ke Kejaksaan Negeri Bungo

“Dalam setiap jenis pekerjaan, risiko selalu ada. Oleh karena itu, kami menghimbau para pekerja mandiri di wilayah Kota Binjai untuk bergabung dalam program BPJS Ketenagakerjaan guna memastikan perlindungan bagi diri mereka dan keluarga,” tutup Syarifah. (MS10)