Sumut

Terapkan Data Presisi, Bupati Sergai Belajar ke Taput

mediasumutku.com|TARUTUNG– Untuk menerapkan data presisi di Serdang Bedagai, Bupati Sergai, Darma Wijaya beserta rombongan belajar program “Data Desa Presisi”, ke Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (13/7/2021).

Bupati Sergai disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Taput Drs. Indra Simaremare di aula Martua Kantor Bupati Taput.

Dalam sambutannya, Bupati Sergai, Darma Wijaya menyebutkan, kedatangannya bertujuan untuk menyerap ilmu terkait penerapan data desa presisi di Kabupaten Taput yang menghasilkan pencapain positif.

“Kami berkeinginan untuk menerapkan hal serupa di Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat di mana secara wilayah, Sergai terbagi ke dalam 17 Kecamatan dan 237 desa serta 6 kelurahan,” terang Bupati.

Kabupaten Sergai lanjutnya, saat ini berupaya untuk memajukan pembangunan di berbagai sektor, salah satunya melalui berbagai inovasi baru yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi capaian Taput dengan inovasi data desa presisi yang sudah diterapkan di Desa Sibandang Kecamatan Muara sebagai lokasi percontohan ini. Kami berharap hal serupa nantinya bisa diaplikasikan di Sergai, sehingga bisa menjadi salah satu pendukung tercapainya visi Kabupaten Sergai yaitu Maju Terus, Mandiri, Sejahtera dan Religius,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, jika sebelumnya pihaknya sudah lebih dulu melakukan kunjungan ke Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB, Bogor.

“Di sana kami mendengarkan penjelasan terkait berbagai keungulan yang bisa diperoleh lewat penerapan data desa presisi ini. Kami merasa tertarik dan antusias ketika mengetahui bahwasanya salah satu kabupaten di Sumut yaitu Taput, sudah lebih dulu menerapkan ini. Selain berbagi ilmu, kami harapkan kunjungan kami pada hari ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan perekat persaudaran di antara dua kabupaten ini,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Taput, Indra Simaremare, menyampaikan program pembangunan di segala lini kehidupan akan menjadi tepat guna, tepat sasaran, akuntabel dan transparan apabila didukung oleh basis data yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data desa presisi memiliki tingkat akurasi dan ketepatan yang tinggi untuk memberikan gambaran kondisi aktual desa yang sesungguhnya. Kemudian data ini diambil, divalidasi, dan diverifikasi oleh pemerintah desa dan perangkat desa,” terangnya.

Indra menyebutkan, data desa presisi merupakan inovasi yang kedepannya akan mengakhiri polemik data dan salah satu manfaat besar dari hal ini adalah distribusi bantuan yang semakin tepat sasaran.

“Informasi mengenai jumlah keluarga, jumlah penduduk akan benar-benar sesuai dengan realitas di lapangan. Data yang dihimpun dalam prosesnya akan selalu diperbaharui oleh warga setempat yang telah dilatih. Semua data ini akan sangat membantu dalam proses perencanaan pembangunan,” pungkasnya. (MS6)