Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlineHukrim

Ada Keterlibatan Negara dalam Kasus Munir

×

Ada Keterlibatan Negara dalam Kasus Munir

Sebarkan artikel ini

Medan, Mediasumutku.com– Munir Said Thalib, aktivisis hak azasi manusia (HAM) Indonesia tewas karena diracun saat berada dalam Garuda Indonesia dalam penerbangan dari Indonesia menuju Belanda, 7 September 2004. Namun sampai sekarang, kasus kematian Munir tak kunjung dituntaskan oleh aparat hukum di Indonesia.

Karena itu tidak heran kalau Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) selalu memeringati hari kematian Munir sebagai upaya pengingatkan pemerintah Indonesia agar menuntaskan kasus tersebut.

Hal ini juga dilakukan Kontras Cabang Medan yang melakukan aksi di Tugu Titik Nol Kota Medan, Sabtu (7/9/201).

Para aktivisi Kontras menggelar aksi damai di Medan, Sabtu (7/9/2019), mengenai kematian aktivisi HAM Munir yang diracun saat berada dalam penerbangan dari Indonesia ke Belanda, 7 September 2004

Amin Multazam Lubis selaku Kordinator KontraS Sumut dalam aksi itu menyampaikan dua harapan Kontras yakni agar negara harus terus menuntaskan kasus pembunuhan Munir.

Baca Juga:   Miris ! Pesawat Garuda Pernah Hanya Angkut 4 Penumpang

Kata dia, seharusnya seluruh bukti yang telah ada dikembangkan menjadi satu bukti baru untuk kemudian diusut dan dimajukan ke pengadilan.

Ia lalu mengungkapkan hasil dokumen TPF (Tim Pencari Fakta) Kasus Munir yang menegaskan ada keterlibatan aparat negara dalam kasus pembunuhan Munir.

Namun ia heran mengapa sampai saat ini negara belum berani mengungkapkan siapa dalang pembunuhan Munir secara sah dan menyakinkan melalui keputusan pengadilan.

Yang kedua, ujar Amin Multazam Lubis, aksi peringatan kematian Munir digelar sebagai upaya Kontras untuk mendorong masyarakat sipil, khususnya warga kota Medan, untuk terus merawat ingatan atas peristiwa pembunuhan Munir.

Sejumlah aktivis Kontras Sumatera Utara membagikan sejumlah bunga kepada para pengendara di Medan untuk mengenang pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir

“Masyarakat kota Medan harus tahu bawah sampai sekarang keadilan atas pembunuhan Munir sampai hari ini belum juga ditegakkan. Negara masih berhutang di atas nyawa Munir. Pembangunan demokarasi kita masih ada dalam bayang-bayang ketidakadilan dan pelanggaran HAM. Dua poin ini yang menjadi target kami dalam setiap aksi memeringati kematian aktifis Munir,” tegas Amin Multazam Lubis.(MS1/cr1)

Baca Juga:   Tim Penyidik Jampidsus Kejagung RI Periksa 1 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Pada Garuda Indonesia