Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Nasional

Anggota DPRD Medan Ini Berharap Jangan Sampai Proyek U-Ditch Mirip Kasus Lampu Pocong

×

Anggota DPRD Medan Ini Berharap Jangan Sampai Proyek U-Ditch Mirip Kasus Lampu Pocong

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN – Hujan deras yang mengguyur kota Medan pada Minggu (3/9) sekitar pukul 17.30 Wib sampai malam hari telah menyebabkan beberapa daerah di kota Medan mengalami kebanjiran. Padahal, banyak masyarakat mengetahui pemerintah kota Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kota Medan (SDABMBK kota Medan) sedang gencar-gencarnya membangun proyek saluran drainase U-Ditch. Dampak proyek ini pun bukan saja membuat kondisi jalan di kota Medan kupak kapik namun demi Medan tidak banjir kedepan, masyarakat pun hanya dapat mengelus dada.

Harapan masyarakat, daerah yang dipasang U-Ditch ini tidak banjir lagi ternyata jauh dari harapan, buktinya, kemarin hujan deras yang mengguyur kota Medan, badan jalan banyak yang banjir. Anehnya daerah yang sebelumnya tidak pernah banjir kini menjadi langganan banjir setiap hujan turun.

Hampir di semua daerah di kota Medan saat ini sedang dibangun proyek U-Ditch, ada yang sedang pengerjaan ada yang sudah selesai. Namun itu bukan jaminan tidak banjir.

Baca Juga:   Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Luncurkan Portal Resmi

Dampak banjir yang terjadi di beberapa daerah di kota Medan dan bahkan semakin parah dari sebelumnya ini membuat anggota DPRD kota Medan, Hendra DS angkat bicara. Saat diminta tanggapannya, Hendra DS yang duduk di komisi 4 DPRD Medan ini mengaku sangat menyayangkan kinerja dinas SDABMBK kota Medan.

Hendra DS menyebut sudah selayaknya proyek saluran drainase U-Ditch ditinjau ulang kembali, sebab dari banjir yang pernah terjadi, banjir pada Minggu malam (3/9) yang terparah. Padahal proyek U-Ditch sudah berjalan.

“Kita melihat sepertinya proyek U-Ditch ini tidak melewati proses kajian studi kelayakan. Elevansinya juga diragukan dan para pekerja proyek diduga tidak mengetahui struktur tanah di Medan sehingga meski U-Ditch telah selesai banjir tetap saja terjadi,” kata Hendra DS.

Baca Juga:   Kepala BRIN: Ciptakan Ekosistem Riset dan Inovasi yang Lebih Baik

Politisi dari Partai Hanura kota Medan ini mencontohkan lagi, beberapa lokasi yang menjadi langganan banjir parah antara lain Jalan Jermal, Jalan Setia Budi, Jalan Thamrin, Jalan dibawah Fly Over Letjend Jamin Ginting, Jalan Gatot Subroto, Jalan Danau Singkarak, Jalan Ayahanda, Jalan Sutomo, Jalan Willem Iskandar, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

” Harusnya pengerjaan proyek U-Ditch sudah bisa dilirik oleh aparat penegak hukum agar dapat ditingkatkan pengawasan terhadap pengerjaan tersebut. Jangan sampai proyek U-Ditch mirip dengan proyek lampu taman (lampu pocong) yang dijadikan total lost karena dianggap proyek gagal,”terangnya.

Hendra DS pun berharap Wali kota Medan tetap memantau dan mengawasi proyek U-Ditch tersebut agar hasilnya sesuai dengan harapan.

Sementara itu, berdasarkan dari data yang diperoleh dari BPBD Medan, ada sejumlah wilayah yang tergenang air, antara lain di Kampung Aur, Jalan Letjen Suprapto tergenang air dengan ketinggian 20-40 cm. Di Jalan Gatot Subroto, lebih tepatnya di kawasan Carrefour, tergenang air dengan ketinggian 50 cm. Di Jalan Dr Mansyur, tepatnya di depan RS USU, tergenang air dengan ketinggian 20-60 cm.

Baca Juga:   Anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor: Proyek U-Ditch Bukan Solusi Jika Sungai Belum Dibenahi

Di Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Sunggal, tergenang air setinggi 50-100 cm. Kemudian di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Medan Baru tergenang air setinggi 20 cm. Dan bebepa ruas jalan lainnya.

Salah seorang warga kecamatan Medan Baru, Dina (24) mengaku air mulai masuk ke rumahnya dan merendam jalan di depan rumahnya. Kondisi banjir ini tidak berubah meski pengorekan parit sudah dilakukan berulang kali di kawasan tempat tinggalnya.