Ekonomi

Harga Emas Masih Berpeluang Menguat

mediasumutku.com | MEDAN – Setelah mencapai rekor tertinggi dalam setahun di level $1.550 per ons troy, harga emas saat ini masih bersusah payah untuk naik diatas $1.500. Bahkan, belum lama ini harga emas sempat turun dikisaran $1.452.
Menurut pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin kinerja harga emas dunia memang lebih banyak dipengaruhi oleh hubungan dagang antara AS dan China. Namun, saat AS menyetujui RUU untuk mendukung Hong Kong yang Pro Demokrasi, harga emas justru berbalik naik.
“Walaupun, saat ini masih bertahan dikisaran $1.466 per ons troy. Akan tetapi, namun tren jangka pendek emas untuk mengalami kenaikan masih terbuka lebar,” ungkapnya Sabtu (23/11/2019).
Gunawan mengatakan, pelaku pasar masih pesimis terkait dengan kemungkinan membaiknya hubungan dagang antara AS dan China, yang seharusnya mereka sepakati di 15 Desember mendatang.

Namun, China sejauh ini menilai AS sebagai negara yang ikut campur dalam urusan dalam negeri China. Sehingga, membuat China sepertinya akan lebih bersikap menjauh terkait dengan kesepakatan dagang yang akan mereka tanda tangani dengan AS nantinya.
“Harga emas juga masih belum akan bersinar atau mengalami kenaikan signifikan selama belum ada sentimen, seperti kebijakan suku bunga AS, yang bisa saja menjadi daya tarik kuat buat US Dolar untuk melanjutkan tren penguatan,” ujarnya.

Lanjut Gunawan, sejauh ini kebijakan sejumlah Bank Sentral di negara besar seperti Eropa, Jepang maupun AS cenderung mengeluarkan kebijakan uang longgar.

“Jadi emas tetap berpeluang naik dalam jangka pendek. Namun ketidakpastian sejumlah isu global membuat sejumlah investor cenderung tidak banyak mengkoleksi emas dalam jangka menengah panjang,” imbuhnya.