Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
Ekonomi

IHSG Bersandar di Zona Hijau

×

IHSG Bersandar di Zona Hijau

Sebarkan artikel ini

mediasumut.com | JAKARTA – Mengawali perdagangan, Senin (7/10/2019) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau. Mengutip RTI, indeks naik 0,30% ke level 6.079,523 pukul 09.10 WIB.

Pagi ini, tercatat ada 176 saham naik, 57 saham turun, dan 138 saham stagnan. Total volume perdagangan 1,54 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 404,1 miliar.

Di mana ada Tujuh dari 10 indeks sektoral menyokong pergerakan IHSG. Sektor keuangan memimpin laju penguatan 0,57%. Sementara, sektor industri dasar paling dalam penurunan 0,18%.

Namun, laju penguatan lebih tinggi IHSG tertahan aksi jual investor asing. Pagi ini, net sell asing capai 9,329 miliar.

Analis PT Valbury Sekuritas Indonesia Suryo Narpati memprediksi pergerakan IHSG pada pekan ini bergerak mixed dengan pola up to down, seiring sentimen pasar baik dari dalam dan luar negeri yang masih di lingkupi ketidakpastian ekonomi maupun politik di AS yang memanas berkenaan dengan pemakzulan Trump.

Baca Juga:   Komite BPH Migas Tinjau FT Medan Group, Apresiasi Pertamina Patra Niaga

Sentimen pasar dari dalam negeri misalnya; Moody’s Investor Service yang memperingatkan risiko gagal bayar utang perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia harus menjadi perhatian pemerintah.

Perlambatan ekonomi yang melemah membuat risiko utang korporasi Indonesia di masa datang akan memburuk. Berkenaan dengan hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri sepakat agar perusahaan-perusahaan di Indonesia mampu meningkatkan kehati-hatian.

Sentimen pasar dari luar negeri antara lain; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, membuka front baru dalam kemelut pemakzulan yang mengancam pemerintahannya.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyebut pada pekan ini ada harapan IHSG akan menguat. “Seiring naiknya DJIA +1.42%, EIDO +0.88% serta naiknya harga komoditas Nikel +0.45%, Tin +0.15%, Oil +1.01% & Coal +0.62%.,” prediksinya.

Baca Juga:   Erwin Halim dan Darwati Kesuma Hadiri Panen Padi Organik Bersama Pangdam I/BB

Naiknya Bursa Asia Senin pagi ini menjadi tambahan vitamin untuk penguatan IHSG.