Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlineReligiSumut

Kaum Muslimin Kota Medan Protes Keras Pemerintah India

×

Kaum Muslimin Kota Medan Protes Keras Pemerintah India

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Medan : Sekitar lima ratusan kaum muslimin lintas etnis di Medan, Sumatera Utara, Senin (2/3) siang turun ke jalan di kawasan Kota Medan. Setelah berorasi di Gedung DPRD Sumut, aksi kaum muslimin Kota Medan ini diakhiri dengan aksi protes di Kantor Konsulat Jenderal India di Jalan Sudirman, Medan.

Kaum muslimin ini merasa kecewa, marah, dan geram kepada Pemerintah India yang membiarkan aksi perusakan masjid-masjid dan pembunuhan puluhan kaum muslimin di Ibukota India New Delhi dua pekan silam

Selain didukung penuh massa dari berbagai organisasi Islam di Medan seperti Front Pembela Islam (FPI), Laskar Umat Islam (LUI), Kaumi, dan lainnya, aksi protes kepada Pemerintah India ini juga didukung oleh sejumlah ulama dan tokoh Islam di Kota Medan seperti Ustad Abdul Latief Khan, Ustad Salman Alfarisi yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut, Ahmad Hadiyan (anggota Fraksi PKS DPRD Sumut), dan Pelaksana Harian Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani.

Baca Juga:   Cegah Mutasi Virus Baru, Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas bagi Turis Asing dari India Ditangguhkan

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian di depan Kantor Konjen India di Medan ini, kaum muslimin Kota Medan menyerukan kepada umat Islam di Medan untuk terus menggelorakan semangat jihad melawan kezaliman dan kemungkaran yang diperlihatkan aparat dan Pemerintah India kepada kaum muslimin di negara itu.

“Kami tidak perduli dengan undang-undang busuk yang dibuat oleh Pemerintah India yang busuk itu. Yang kami pedulikan adalah saudara-saudara kami se akidah di India sudah dibantai dengan keji. Masjid-masjid mereka dibakar.Kami mendesak pemerintah Indonesia bersikap agar pemerintah India meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia. Kami hadir karena saudara kami di India nyawanya melayang sia-sia. Mereka dibantai, bayangkan kalau itu terjadi anak-anak dan istri kita,” kata Ustad Salman Alfaarisi dalam orasinya.

Baca Juga:   Gubsu: Lawan Rasa Malas

Ahmad Hadian, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara, juga mengatakan,”Umat Islam yang bersyahadat adalah saudara kami. Masjid-masjid yang menyuarakan azan adalah wilayah kami juga. Oleh karena itu, kami merasa saudara-saudara kami se aqidah di India yang dibantai Pemerintah India, juga kami turut merasakannya,” kata Ahmad.

Wakil Ketua DPRD Sumut, H Salman Alfarisi mengaku kecewa dengan sikap Konsulat Jendral (Konjen) India yang enggan menemui massa aksi damai #savemuslimindia, Senin (2/3/2020), di Kantor Konjen India, Medan.

Baik Salman, maupun Rahmansyan dan Ahmad Hadiyan mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar segera mengeluarkan sikapnya atas kekejaman India terhadap kaum muslimin di negara itu,

“Kenapa kami datang mereka sanggup tak nerima kami, aksi ini akan terus kita lakukan sampai Pemerintah India meminta maaf dan memebus kesalahanan mereka. Nyawa dibayar nyawa. Mereka harus akui seksalahan mereka. Jika pemerintah RI tak sampaikan sikapnya kami akan desak agar punya sikap. Kami akan mendesak agar Konjen India tak ada lagi di wilayah Sumut,” ujar Salman.

Baca Juga:   Indonesia Kirimkan Bantuan Hibah Penanganan Pandemi Covid-19 ke India

Sejumlah perwakilan umat Islam sempat terlibat negosiasi alot dengan aparat keamanan. Hal itu terjadi karena pihak aparat keamanan menghalang-halangi perwakilan umat Islam untuk memasuki kantor Konjen India. Sampai aksi massa bubar, tak satu pun perwakilan Konjen India yang keluar dan menemui massa aksi. Sedangkan massa umat Islam berjanji akan melakukan aksi yang sama pada hari berikutnya sampai tuntutan umat Islam dipenuhi. (MS5)