Ekonomi

Peduli Bencana, JNE Gratiskan Biaya Pengiriman Bantuan

mediasumutku.com| MEDAN- Bulan pertama di tahun 2021, Indonesia kembali mendapatkan ujian dengan berbagai bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan baik infrastruktur hingga menyebabkan korban jiwa.

Untuk itu, sebagai wujud peduli terhadap bencana, JNE menggratiskan biaya pengiriman bantuan.

“Dengan bencana yang terjadi itu, JNE memberikan bantuan sesuai kapabilitas yang dimiliki sebagai perusahaan distribusi yakni, Program JNE Peduli Bencana. Untuk itu, JNE mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk menyumbangkan beragam barang yang diperlukan oleh masyarakat di wilayah yang terdampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan gempa bumi,” kata Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE, Rabu (20/1/2021).

Dia menyebutkan, mulai tanggal 21 sampai dengan 31 Januari 2021, Program JNE Peduli Bencana ikut membantu meringankan beban untuk para korban bencana alam dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengirimkan bantuan dengan ketentuan yakni, berat kiriman maksimal 10 kilogram perkiriman, maksimal 5 kiriman perpengirim.

“Tidak berlaku untuk pengiriman makanan basah, mudah busuk dan cairan. Saat ini kiriman bantuan difokuskan untuk bencana di wilayah Sumedang-Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk wilayah bencana lainnya. Pengiriman bantuan bencana alam ini dapat disalurkan melalui Posko Bencana Kantor Cabang Utama JNE di seluruh Indonesia. Barang-barang bantuan ini akan ditujukan ke Kantor Cabang Utama JNE lokasi bencana (tidak ke alamat pribadi),” jelasnya.

Dia menyebutkan, adanya layanan JNE Peduli Bencana bertujuan untuk meringankan korban bencana alam yang dialami warga masyarakat Indonesia saat ini, dengan memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan.

“Yang memiliki arti makna yang sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket saja, namun JNE dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat. Hal ini karena empat sektor, yaitu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar yang menjadi perhatian utama perusahaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, JNE juga ikut serta untuk terus berkolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar.

“Salah satunya yang telah didistribusikan bantuan berupa bahan pangan, pokok, sandang ke posko-posko lokasi bencana alam gempa bumi pada tanggal 17 dan 18 Januari di Kabupaten Mamuju dan Majene Provinsi Sulawesi Barat dengan mendistribusikan kurang lebih sekitar 2 Ton lebih yang diangkut oleh armada truk JNE,” ucapnya.

Selain itu lanjutnya, JNE juga bekerjasama dengan lembaga Rumah Zakat dan Rumah Harapan Melanie dalam menggalang bantuan untuk kebutuhan masyarakat korban bencana alam.

“Bantuan akan terus diwujudkan selanjutnya, mengingat kondisi korban yang masih meprihatinkan di beberapa wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini bencana yang sudah terjadi berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan jumlah korban meninggal 15 orang serta 39 ribu warga terpaksa mengungsi akibat banjir bandang.

Disusul dengan adanya gempa bumi yang meluluhlantahkan Provinsi Sulawesi Barat tepatnya di Kab. Mamuju dan Kab. Majene dengan kekuatan 6,2 skala richter yang merenggut 56 nyawa korban yang meninggal dunia dan ribuan warga terpaksa mengungsi untuk mendapatkan pertolongan.

Di wilayah lain longsor melanda Kabupaten Sumedang yang ada di Provinsi Jawa Barat, tercatat sebanyak 25 orang yang meninggal dunia, sehingga bencana alam ini mengakibatkan dampak duka yang mendalam dan kerugian besar materil dan imateril yang dialami oleh saudara-saudara kita.(MS11)