Sumut

Puluhan Warga Sergai Terima Ganti Rugi Pengadaan Tanah Jalan Tol

mediasumutku.com|SERGAI-Sebanyak 33 warga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menerima pemberian ganti kerugian pengadaan tanah jalan tol Tebingtinggi-Parapat-Sibolga Tahap I Ruas Tebingtinggi-Pematangsiantar di Aula Sultan Serdang Kantor Bupati Kabupaten Sergai, Kamis (22/7/2021).

Pemberian ganti kerugian berupa uang oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Sumatera Utara tersebut dihadiri Bupati Sergai, Darma Wijaya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sergai, M Faisal Hasrimy, Asisten I Pemkab Sergai, Kepala BPN Sergai serta masyarakat penerima ganti kerugian pengadaan tanah yang terkena ruas jalan tol Tebingtinggi-Serbelawan.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN, Abdul Rahim, mengatakan, pengadaan tanah pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Serbelawan sebagai salah satu bagian dari pengadaan tanah empat ruas jalan tol yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), sesuai peraturan pemerintah (PP) No 42 Tahun 2021.

“PSN ini harus mendapat tentu harus mendapat prioritas penanganan semua pihak yang terkait. Tentunya pengadaan tanah ini dengan cara memberi ganti kerugian yang layak dan adil,” ujarnya  

Rahim menuturkan, ada 4 ruas jalan tol yang masuk dalam PSN 2021 yakni Tebingtinggi-Kuala Tanjung sepanjang 42 Km sudah hampir selesai 95 persen, Indra pura-Kuala Tanjung (18 Km) sudah mencapai 75 persen, Binjai-Langsa (94 Km) dengan progress 20 persen dan Tebingtinggi-Pematangsiantar (58 Km).

Untuk Tebingtinggi-Pematangsiantar, kata Rahim, di tahap I, Tebingtinggi-Serbelawan (32,3 Km) dan Serbelawan-Parapat (25,8 Km). Pembangunan tol Tebingtinggi-Serbelawan masuk ke wilayah empat kecamatan di Sergai yakni Sei Bamban, Tebingtinggi, Sipispis dan Dolok Merawan.

“Ada 359 bidang (orang) penerima ganti kerugian. Yang sudah selesai pemberian ganti rugi untuk pembangunan jalan tol berjumlah 149 bidang termasuk hari ini yang 33 warga Bakaran Batu pemilik bidang lahan. Sisanya ada 210 orang (bidang) lagi. Tapi hari ini ada 5 orang Warga Simalungun Siantar yang menerima di sini,” ungkapnya.

Rahim menyebutkan, untuk di Kecamatan Sei Bamban ada dua Desa yang terkena pembangunan jalan tol tersebut. Seperti di Desa Bakaranbatu (118 bidang) dan Desa Sei Blutu (72 bidang). Di Kecamatan Tebingtinggi, lanjutnya, di Desa Paya Bagas yakni 12 bidang, Kuta Baru 16 bidang, Desa Jambuh 7 bidang dan Sei Lima 7 bidang.

Sementara di Kecamatan Sipispis dua desa yakni, Gunung Pane dan Marjanji terkena pembangunan tol sudah selesai diberikan. Termasuk di Kecamatan Dolok Merawan ada 6 desa masuk wilayah pembangunan jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan kecuali Desa Nagaraja I yang tersisa dua bidang belum dibayarkan.

“Pembangunan Tol Tebingtinggi-Kuala Tanjung ada dua Kecamatan di Kabupaten Sergai terkena hingga diberikan ganti rugi oleh negara. Seperti di Kecamatan Tebingtinggi dan Kecamatan Syahbandar,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Darma Wijaya berharap, kepada warganya yang menerima pemberian ganti rugi pengadaan tanah tahap 1 ini, untuk memanfaatkan uang tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap warga penerima ganti kerugian ini mereka membeli lagi tanah. Pemkab bersedia memfasilitais masyarakat untuk membeli tanah yang harganya lebih terjangkau dari hasil ganti rugi ini. Seperti ada tadi saya tanya ke seorang warga, 10 rantai mereka dapat ganti kerugian Rp845 juta. Jadi kalau kita beli ini di daerah pesisir pantai bisa dapat tiga hektare yang artinya mereka mendapatkan keuntungan,” sebut Bupati.

Bupati pun menjelaskan pemerintah siap memfasilitasi irigasi dan jalan apabila warga membeli tanah untuk cetak sawah. Sebab, Pemkab Sergai sedang membuat program cetak sawah sebesar-besarnya.

“Saya berpesan ke warga selain membeli rumah atau mobil, sebaiknya beli juga tanah , jangan beli barang yang sifatnya tidak bermanfaat,” ujarnya

Dia menambahkan, dengan adanya jalan tol sangat bermanfaat oleh masyarakat. Sebab, efisiennya waktu dapat memcepat pembangunan dan membangkitkan perekonomian daerah.

“Sesuai program Bapak Presiden RI Joko Widodo, yang terus mengembangkan infrastruktur salah satunya jalan tol di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari implementasi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat,” ungkapnya. (MS6)

Tinggalkan Balasan