Religi

Pemuda Muhammadiyah Asahan Cetak Da’i Muda

ASAHAN – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Asahan berupaya mentransformasikan potensinya kadernya sebagai aset umat dan persyarikatan dengan mencetak pendakwah muda melalui sekolah da’i.

Sebanyak 30 peserta calon da’i muda Muhammadiyah berasal dari pimpinan cabang maupun ranting Pemuda Muhammadiyah Asahan digelar mulai 26-28 Februari 2022 di Kisaran.

“Pemuda Muhammadiyah melihat banyaknya potensi anak-anak muda kita di tingkat cabang maupun ranting untuk dijadikan pendakwah hanya saja mereka bingung dari mana memulainya, dan di mana wadahnya,” kata ketua PDPM Asahan, Fachri Mizan Harsono dalam sambutannya saat membuka acara, Sabtu (26/2/22).

Hal itu, tambah Fachri sejalan dengan tujuan dari Pemuda Muhammadiyah sebagai wadah menghimpun, membina dan menggerakkan kader potensi pemuda Islam demi terwujudnya kader persyarikatan, umat dan bangsa dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Di sisi lain lanjut Fachri, Muhammadiyah merasa perlu menyiapkan sumber daya alamnya dari kalangan anak muda untuk menjadi pendakwah.

“Sekolah da’i ini tidak akan berhenti sampai tiga hari ini saja. Namun akan ada pendidikan berkelanjutan selama satu semester oleh instruktur yang akan mendampingi hingga mereka nanti di wisuda dan siap diterjunkan menjadi pendakwah di masyarakat,” kata Fachri.

Dukungan terhadap program sekolah da’i Pemuda Muhammadiyah tersebut disambut oleh Pemkab Asahan maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan memberikan fasilitas lanjutan terhadap pendakwah muda binaan Pemuda Muhammadiyah ini.

Ketua PD Muhammadiyah Asahan, Mohd Akhiar turut menyambut bahagia kehadiran embrio baru dari anak-anak muda Muhammadiyah yang bisa diproyeksikan menjadi pendakwah di masa depan.

“Program ini harus dibuat secara berkelanjutan, terus menerus. Tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Melihat semangat anak anak muda hari ini maka Muhammadiyah sudah punya mimpi banyak pendakwah di masa yang akan datang,” ujarnya. (MS10)