Headline Peristiwa

Penyu Belimbing Mati Disayat-sayat di Tapteng

mediasumutku.com | MEDAN – Penyu belimbing dengan nama latin Dermochelys coricea berbobot 213 Kilogram disembelih oleh warga di Desa Sosorgadong, Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Penyu raksasa sepanjang 2,13 meter ini merupakan jenis penyu yang paling dilindungi. Namun sayang, penyu tersebut harus mati di tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kita dapat informasi dari warga ada penyu belimbing, tapi kita terlambat melakukan penyelamatan. Penyu sudah mati, lehernya dipotong,” kata Ketua Kelompok Konservasi Pantai Binasi, Budi Sikumbang.

Budi mengatakan, mendapat informasi tersebut pihaknya bersama anggota TNI Angkatan Laut langsung menuju ke lokasi untuk melihat penyu langka itu.

“Saat tiba di lokasi, kami mengecek informasi tersebut dan menemukan penyu sudah mati,” ucapnya.

Budi menjelaskan, informasi yang diperoleh pihaknya, penyu dengan lebar 1,25 meter itu ditangkap oleh mantan Kepala Desa setempat saat hendak bertelur di pantai tak jauh dari Pulau Pane.

“Katanya, pas mau bertelur ditangkap, lalu dijual ke warga dengan harga Rp 25 ribu per Kilogram,” jelasnya.

Sekretaris Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) Prima Pohan sangat menyesalkan konflik penyu masih terjadi, bahkan menyebabkan penyu langka berjenis belimbing menjadi korban.

“Kita berharap agar ada tindakan tegas atas konflik ini, upaya pencegahan berarti belum maksimal, dan masyarakat belum mendapat pemahaman yang paripurna soal penyu dan keterancamannya,” sebut Prima.

Penyu belimbing merupakan jenis penyu raksasa dan satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup. Penyu ini merupakan penyu terbesar di dunia, dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.

Penyu belimbing dikenal oleh beberapa masyarakat dengan sebutan penyu raksasa, kantong atau mabo. Nama umumya dalam bahasa Inggris adalah Leatherback sea turtle.

Konflik penyu dan manusia di Tapanuli Tengah bukan kali ini terjadi. Beberapa waktu lalu, tiga kali kejadian sempat terekspose, dua ekor penyu berhasil diselamatkan, sementara satu ekor juga mengalami nasib nahas.