Headline Hukrim

Seorang Murid Aneh Tikam Guru Cantik Sampai Berdarah-darah

mediasumutku.com | SRANDAKAN – Seorang guru canti bernama Wening Pamuji Asih (33) yang ditusuk anak muridnya berinisial CB masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sardjito.

Di mata keluarga, korban dikenal mudah bergaul dan tidak tertutup. Bahkan korban sempat bercerita bahwa di sekolah ada salah satu siswa yang aneh. Siswa tersebut sering menanyakan di mana tempat tinggalnya, dan ingin mengetahui banyak tentang pribadi korban.

“Namun belum dipastikan apakah siswa yang dianggap aneh itu pelaku atau bukan,” kata kakak ipar korban, Gufron Ahmad kepada wartawan, seperti dilansir dari KRJogja.com.

Sebelum pihak keluarga mendapat kabar penangkapan pelaku, di rumah sakit, suami korban mengatakan korban pernah bercerita terkait salah satu siswa di sekolahnya. Siswa laki-laki itu disebutkan Gufron selalu ingin tahu tentang pribadi korban.

“Muridnya itu seperti ingin tahu, nanya ini itu, dia siswa SMA adik saya, tapi dia tidak di kelas yang diajar adik saya,” ungkapnya.

Selama ini, menurut Gufron tidak ada murid korban yang pernah datang ke rumah. Wening yang suka bercerita itu, hanya satu hari dalam seminggu mengajar di sekolah pelaku. Guru mata pelajaran sejarah itu justru baru mengajar sejak satu tahun terakhir. Setelah menikah dengan adiknya pada tahun 2016 lalu, korban sudah aktif mengajar di salah satu SMK Negeri di Sewon.

“Di Sewon itu kalau Senin tidak ada jam mengajar jadi dia diminta bantu ngajar di Lendah,” jelasnya.

Setiap hari guru berparas cantik itu tinggal bersama ayah mertua, dan suaminya. Perangkat Desa Poncosari ini mengatakan, saat kejadian suami korban sedang berada di masjid mengikuti kegiatan pertemuan rutin. Gufron saat kejadian tengah berada di rumahnya tidak jauh dari rumah korban. Sang ayah tiba-tiba datang meminta pertolongan setelah mendapati Wening terluka dan banyak mengeluarkan darah.

“Setelah kejadian, bapak datang meminta pertolongan,” cerita Gufron.

Pihak keluarga mendapatkan kabar penangkapan pelaku. Keluarga berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Keluarga hingga saat ini belum berkomunikasi dengan pihak sekolah karena tengah fokus pada kesembuhan korban yang masih dirawat intensif di rumah sakit.

“Mudah-mudahan kondisi adik saya segera membaik, kita serahkan prosesnya kepada kepolisian,” pungkasnya.[oke]