Headline

Usai Dibersihkan, Warga Desa Narumonda V Meradang Kembali Karena Dapat Kiriman Bangkai Babi Baru Via Sungai

Mediasumutku.comI Mewabahnya Hog Colera mengakibatkan banyak ternak Babi milik warga Tobasa bermatian.

Bangkai Babi yang sengaja dibuang oleh warga ke aliran sungai Bondar Aek Bolon yang melintasi beberapa desa di dua Kecamatan (Kecamatan Siantar Narumonda dan Kecamatan Silaen). Bangkai Babi diduga kuat dibuang oleh warga desa Kecamatan Silaen di hulu sungai.
Bangkai Babi yang tersangkut di bendungan menebarkan aroma busuk menjijikkan dan sangat meresahkan warga desa Narumonda V di hilir sungai serta dihantui rasa ketakutan akan terpapar virus dari bangkai babi yang telah membusuk.
Sabtu, (23/11/2019) Camat Siantar Narumonda Pintor Pangaribuan,SH bersama Kepala desa Narumonda V Fernando Marpaung dengan mendatangkan alat berat Beko milik Dinas Pertanian Kab.Tobasa membersihkannya dengan mengangkut dan menguburkan bangkai Babi yang sudah membusuk di aliran sungai Bondar Aek Bolon.
Satu hari setelah dibersihkan kembali puluhan bangkai Babi terbawa arus sungai dari hulu dan kembali tersangkut di bendungan sungai desa Narumonda V. Bangkai Babi dari yang besar dan kecil hingga anak Babi kembali tersangkut di bendungan sungai dan di bawah bendungan pada aliran sungai.
Tersangkutnya bangkai Babi di karenakan ruas aliran sungai pada bawah bendungan dikarenakan aliran sungai sudah tertutupi oleh tumbuhan air enceng gondok dan berbagai semak belukar lainnya membuat arus sungai tidak lancar mengalir dan menahan semua bangkai Babi.
Mengetahui kembali banyak bangkai ternak Babi terbawa arus sungai dan tersangkut kembali di bendungan dan bawah bendungan sungai tersangkut setelah dibersihkan 2 hari sebelumnya Kepala desa Narumonda V Fernando Marpaung melalui Sekretaris Desanya Jonlister Marpaung bersama perangkat desa kembali membersihkannya dan mengangkati tumbuhan air enceng gondok ke atas tanggul sungai supaya air sungai lancar mengalir.
Warga desa Narumonda V berharap kiranya Camat Silaen menghimbau warganya yang dihulu sungai Bondar Aek Bolon supaya tidak membuang bangkai ternak Babi mereka kalau sudah mati. “Hendaknya para warga pemilik ternak Babi tersebut menguburkannya demi menjaga tidak tercemarnya lingkungan hidup dan mengancam keselamatan kesehatan warga masyarakat luas secara khusus kami warga desa Narumonda V yang berada persisi di hilir sungai,” harap  R Marpaung (58) warga desa Narumonda V.(MS4)