Bermartabat Headline

Gubsu Peduli, Gaji Guru Honor Dinaikkan 

mediasumutku.com | MEDAN : Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengatakan akan menaikan lagi gaji para guru honorer di tahun 2020.

Sebelumnya, para guru honorer ini sudah mendapatkan kenaikan gaji dari Rp 40 ribu per jam menjadi Rp 90 ribu per jam, Jumat (3/1/2020).

Secara detailnya, ia tidak menyebutkan nominalnya berapa jumlah kenaikan yang akan diterima oleh para guru honorer di tahun ini. Kenaikan gaji guru honorer itu berlaku mulai Juli 2019 kemarin.

“Akan kita naikkan lagi nanti itu,” kata Edy saat ditemui usai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, baru-baru ini.

Gubernur Edy nampaknya begitu peduli dengan guru honorer SMA. Bahkan dia akan kembali menaikkan gaji guru honorer SMA/SMK.

Sebab, menurutnya pendidikan adalah hal yang terpenting bagi pemuda-pemudi di Sumut. Jikalau pendidikan sudah membaik, kemungkinan besar akan menciptakan para pemuda bangsa yang berintelektual.

Ia mengatakan, untuk pembayaran gaji para guru senilai Rp 90 ribu per jam sudah tuntas dibayarkan secara keseluruhan.

Artinya, tidak adalah masalah keuangan pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk membayarkan gaji para guru honorer.

“Udah tuntas (pembayaran gaji guru honor),” ujar Edy didampingi Wakil Gubernur, Musa Rajekshah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Arsyad Lubis mengatakan, saat ini gaji para guru honorer sudah di atas pendapatan Upah Minimal Kabupaten/Kota (UMK).

Sebab, saat ini para guru honorer sudah mendapatkan upah Rp 90 per jam. Upah ini baru diberlakukan Dinas Pendidikan pada awal tahun ajaran baru, yaitu pada di bulan Juni.

“Sekarang guru-guru honorer lagi banyak uang, karena menerima gaji Rp 90 per jam,” jelasnya, di ruang rapat komisi E, DPRD Sumut, Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (10/12/2019).

Kenaikan upah honorer ini sebelumnya disuarakan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, di mana meminta untuk dapat memperhatikan nasib para guru honorer.

Arsyad mengatakan, saat ini jumlah tenaga guru honorer di Sumut berjumlah delapan ribu lebih. Sedangkan guru yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil, sebanyak 26.305.

“Jumlah guru honorer yang ada di Sumut sekarang 8.485,” ujarnya.

Kemudian, ia menjelaskan saat ini belum ada pengangkatakan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil. Selanjutnya, dengan pembiayaan Rp 90 per jam, pihaknya mengaku kesulitan untuk dapat mengatur anggaran membayarkan upah dari para guru honorer ini.

“Ke depan menjadi perhatian kita ini,” jelasnya.*tm