Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineSumut

Nelayan Riswandi Akhirnya Ditemukan, Namun…

×

Nelayan Riswandi Akhirnya Ditemukan, Namun…

Sebarkan artikel ini

Medan, Mediasumutku.com– Riswandi (35), warga Dusun V, Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, yang berprofesi sebagai nelayan dikabarkan hilang oleh keluarganya pada hari Kamis (15/8/2019), sekitar pukul 22.00 WIB.

Oleh keluarganya, disebutkan korban melaut hendak mencari ikan. Korban berangkat ke laut dari rumahnya pada Kamis subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.

Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos Pol Airud Poldasu Kabupaten Batubara segera melakukan pencarian. Dan pada hari Jumat (16/8/2019),

Baca juga: Riswandi, Nelayan Batubara, Hilang di Perairan Selat Malaka

Riswandi ditemukan,namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saat melaut, Riswandi diduga jatuh ke laut, tepatnya di perairan Tanjung Tiram tempat mayat Riswandi ditemukan.

Berdasarkan informasi dihimpun Mediasumutku.com, Sabtu (17/8/2019), korban diketahui merupakan nelayan pencari udang di perairan Bagan Batak, Tanjung Tiram, Batubara.

Baca Juga:   Nurani Astra Serahkan Bantuan Sembako Rp3,06 Miliar di 34 Provinsi

Riswandi diprediksi jatuh ke laut tepatnya di kawasan Jermal 8, Bagan Batak, Tanjung Tiram, Kamis (15/7/2019), sekitar pukul 17.00 WIB.

“Dari informasi awal yang kami terima, kejadian itu diketahui petugas siaga Pos SAR Tanjung Balai hari Jumat sekitar pukul 13.55 WIB,” kata Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus.

Setelah mendapat laporan, tim dari Pos SAR Tanjung Balai bergabung dengan potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian. Tim gabungan akhirnya menemukan korban sekitar pukul 16.50 Wib. Riswandi didapati sudah meninggal dunia.

“Lokasi penemuan korban berjarak sekitar 2 NM dari lokasi kejadian di daerah Tanjung Tiram. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat,” tutup Sariman.

Baca Juga:   Indonesia Siap Jadi Co-chair COP26

Sebelumnya Mediasumutku.com, Jumat (16/8/2019), memuat pernyataan Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batubara, Muhamad Nashir Yuhanan kepada sejumlah wartawan menyebutkan pihak keluarga korban telah menyampaikan peristiwa ini ke pihaknya dan pihak Pos Pol Airud wilayah Tanjung Tiram.

“Kami terima laporan dari keluarga korban pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Keluarga mengatakan bahwa korban berangkat ke laut dari rumah pukul 05.00 WIB pagi. Korban ke laut seorang diri dengan menggunakan perahu alat tangkap jaring swalo atau udang,” Kata Nashir.

Kata Nashir, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperoleh, yaitu baik keluarga dekat korban maupun para tetangganya, semua mengatakan bahwa menurut kebiasaan sebelumnya, jika korban melaut pasti paling lama pulangnya sekitar pukul 15.00 WIB atau sore hari. Namun sampai malam tiba, korban pun tidak pulang ke rumah.

Baca Juga:   Percepat Digitalisasi UMKM, Warung Pintar dan Buku Warung Berkolaborasi 

Kata Nashir, BPBD dan Pos Pol Airud Poldasu Tanjung Tiram masih terus melakukan pencarian dengan cara menyisir seluruh garis pantai Kabupaten Batubara sepanjang 65 kilometer.

“Sampai detik ini terus terang, kami belum mendapatkan tanda-tanda selain alat jaring yang biasa dipakai korban untuk menangkap ikan di laut” kata Nashir.

Salah satu keluarga korban yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, mereka telah menemukan alat jaring korban di sekitar perairan arah barat, tepatnya di daerah Buntut Jermal 8 yang mengarah ke perairan laut Kualatanjung, Desa Medang Deras. (MS1/MS1)