Sumut

Nenek Sartini Terima Bantuan Kursi Roda

mediasumutku.com| SERGAI-Nenek Sartini (83), warga Dusun I, Gang Warok Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, menerima bantuan kursi roda dari seorang dokter, dr. Indah Maharani Hasibuan, Sabtu (24/10/2020).

Selain mendapat bantuan kursi roda, nek Sartini juga mendapat bantuan paket sembako.

Nenek Sartini yang menderita lumpuh selama 2 tahun merasa haru saat menyambut kedatangan dr Indah hingga tak bisa menahan tangis.

dr Indah Maharani Hasibuan mengaku terharu dan prihatin setelah melihat langsung kondisi kehidupan nenek Sartini sekeluarga.

“Selain menderita lumpuh, ternyata rumah yang ditinggali nenek tersebut juga sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Kedatangannya, sebut dr Indah, merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama karena dirinya melihat dari salah satu media online hingga tergugah hati untuk membantu nenek Sartini dan keluarga.

“Nenek Sartini sekeluarga merupakan saudara kita juga yang layak mendapatkan bantuan kita, sehingga dapat meringankan beban kehidupan mereka. Semoga dengan bantuan tersebut bermanfaat,”katanya lagi.

Anak dari Abdul Haris Hasibuan, itu juga mengajak, lemerintah dan para dermawan lainnya agar dapat peduli sesama dengan menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan orang lain.

Saat menerima bantuan tersebut, nenek Sartini merasa terharu dan bahagia.

“Mudah-mudahan dr Indah Hasibuan dan keluarga dilimpahkan rezeki dan senantiasa diberikan kesehatan selalu. Jangan lupa shalat ya nak,” pesannya.

Diketahui sebelumnya, Sartini (83), bersama kedua anaknya Dedi (61) dan Yulisman (68) warga Dusun I, Gang Warok, Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai tinggal dirumah yang sangat memprihatinkan.

Rumah berukuran 5×7 meter itu terlihat sekarang tanpa dinding karena baru saja bagian belakang telah ambruk diakibatkan termakan usia. Mirisnya tidak mempunyai dapur hingga terlihat berserakan ditambah lagi atap kondisinya bocor.

Sementara anaknya Dedi (61) juga mengalami strok hingga tidak dapat berjalan dan Yulisman (68) kini juga pengangguran selama 3 bulan belakangan, karena sulitnya situasi ditengah pandemi Covid-19. (MS6)