Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Mobile
Media Sumutku Mobile
Media Sumutku Mobile
Media Sumutku Mobile
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Landscape
Media Sumutku Landscape
Media Sumutku Landscape
Media Sumutku Landscape
previous arrow
next arrow
HeadlineInfrastruktur & Property

Pedagang Melawan, Pengusuran Pasar Timah gagal Dilanjutkan

×

Pedagang Melawan, Pengusuran Pasar Timah gagal Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini

Medan, Mediasumutku.com– Setelah menjadi polemik dan perdebatan yang panjang selama bertahun-tahun, akhirnya PD Pasar Kota Medan menggusur Pasar Timah yang terletak di Jalan Timah, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, Selasa (10/9/2019).

Penggusuran itu dibantu oleh Satpol PP dibantu oleh pihak kepolisian dan unsur organusasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengerahkan satu unit backhoe loader.

Namun, penggusuran itu gagal dilanjutkan oleh pihak Satpol PP. Awalnya, penggusuran berjalan lancar. Tanpa kesulitan petugas berhasil merubuhkan tiga unit kios milik pedagang. Begitu alat berat ingin merangsek maju untuk menertiban kios selanjutnya, perlawanan pun terjadi.

Satu unit backhoe loader milik Dinas Pekerjaan Umum Pemko Medan sempat merubuhkan tiga kios milik pedagang di Pasar Timah

Sambil berteriak dan memaki, para pedagang menghadang backhoe loader sehingga upaya penggusuran kios milik pedagang langsung terhenti. Baik petugas Satpol PP dan PD Pasar nyaris bentrok dengan sejumlah pedagang yang menghalangi jalannya penggusuran atau penertiban menurut pihak Pemko Medan.

Para pedagang menuding penertiban yang dilakukan ilegal karena tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya. Namun tudingan itu dibantah pihak PD Pasar, sebab mereka mengaku para pedagang sudah tiga kali disurati agar segera mengosongkan lokasi karena Pasar Timah akan direvitalisasi.

Namun ketegangan ini sedikit mencair, sebab petugas Satpol PP dan PD Pasar tidak memaksakan untuk melanjutkan penertiban. Sebab, Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan dan Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya tengah melakukan pertemuan dengan M Asril Siregar SH selaku pengacara (kuasa hukum) pedagang. Untuk mendinginkan suasana, backhoe loader pun langsung dihentikan beroperasi.

Baca Juga:   HUT Kemerdekaan RI, Pemko Medan Tetap Gelar Upacara Bendera

Sementara itu dalam pertemuan dengan kuasa hukum pedagang, juga sempat terjadi perdebatan sengit. Namun setelah Dirut PD Pasar menjelaskan dan memastikan tidak adak satu pun dari 332 pedagang Pasar Timah yang dirugikan sekaitan dengan revitalisasi yang dilakukan, kuasa hukum pedagang pun akhirnya setuju dilakukannya pengosongan.

Terjadi ketegangan dan negosiasi antara pedagang Pasar Timah dengan pihak PD Pasar Kota Medan

Hanya saja dia minta agar para pedagang diberi waktu dua pekan untuk meninggalkan lokasi serta relokasi pedagang ke tempat penampungan sementara dilaklukan bertahap sesuai dengan kapasitas lokasi penampungan.

Selanjutnya Dirut PD Pasar dan kuasa hukum para pedagang melakukan penandatangan kesepakatan disaksikan Kasatpol PP Kota Medan.

“Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, maka revitalisasi Pasar Timah kita harapkan akan berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana. Saya juga dalam kesepakatan ini telah menjamin kepada seluruh pedagang yang berjumlah 332 orang di mana 226 kios dan 106 stand wajib dan berharap mendapat tempat setelah Pasar Timah selesai direvitalisasi,” tegas Rusdi.

Selain itu tambah Rusdi lagi, harga kios maupun stand di Pasar Timah yang telah selesai direvitalisasi akan ditetapkan sesuai dengan standar harga dari Pemko Medan.

Baca Juga:   Wagub Musa Rajekshah Apresiasi Al Fatih United

“Jadi bukan pihak pengembang atau developer yang menetapkan harga kios maupun stand nanti. Untuk itu kita minta kepada para pedagang tidak perlu khawatir,” ungkapnya.

Di samping itu berdasarkan selebaran hasil kesepakatan yang telah dicapai, PD Pasar juga menegaskan tidak akan ada pengundian untuk pedagang Pasar Timah yang lama.

Lalu, PD Pasar menjamin tidak akan ada pasar tradisionil tandingan di lokasi penampungan sementara selain Pasar Timah yang sudah puluhan tahun berdiri. Serta menjamin tidak akan adanya gangguan dari pihak PT KAI maupun pihak lainnya selama pedagang berjualan di lokasi penampungan sementara.

“Kita berharap para pedagang dapat menjalankan semua isi kesepakatan yang telah dicapai, terutama pindah ke lokasi penampungan sementara secara sukarela sehingga revitalisasi Pasar Timah dapat segera dilakukan,” harap Rusdi.

Sedangkan M Asril Siregar SH selaku kuasa hukum pedagang mengatakan, pada prisnsipnya para pedagang siapa yang tidak mau tempat berjualannya dibangun baru. Hanya saja sebelumnya belum ada kesepakatan yang menjamin hak dan kepentingan pedagang sebagaimana isi kesepakatan yang baru saja tercapai dan ditandantani tersebut.

“Selama ini kalau pun ada kesepakatan hanya sebatas omong-omongan atau lisan saja. Artinya, tidak ada kesepakatan secara tertulis sehingga pedagang nantinya ada pegangan dan apabila pindah ke lokasi penampungan sementara tidak takut akan digusur pihak PT KAI. Begitu juga setelah Pasar Timah selesai direvitalisasi, para pedagang bisa berjualan kembali di tempat yang baru. Sedangkan proses perizin bisa seiring berjalan tanpa menghalangi para pedagang berjualan,” terang Asril.

Setelah tercapainya kesepakatan bersama, Asril pun minta agar hari itu pedagang tidak langsung pindah ke tempat penampungan sementara. Dikatakannya, pemindahan akan dimulai, Rabu (11/9/2019) dan dilakukan secara bertahap.

“Hari ini saya akan menyampaikan hasil kesepakatan yang tercapai dengan seluruh pedagang sekaligus minta tanda tangan mereka,” paparnya.

Kuasa Hukum para pedagang Pasar Timah, M Asril Siregar SH (kanan) saat berdialog dengan Direktur PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya dan Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan

Pascakesepakatan, kondisi Pasar Timah yang sejak pagi telah memanas tampak berangsur-angsur mendingin. Para pedagang pun kembali melakukan transaksi jual beli dengan tenang. Bersamaan itu petutas Satpol PP bersama jajaran PD Pasar serta OPD terkait meninggalkan Pasar Timah, termasuk satu unit backhoe loader.

Sebagai informasi, Pasar Timah direncanakan akan direvitalisasi menjadi tiga lantai. Setelah itu, maka PD Pasar menjamin seluruh pedagang untuk menempati kios maupun stand seperti semula. Di samping itu juga menjamin semua pedagang untuk mudah dan cepat memperpanjang surat izin berjualan.(MS1/MS1)