Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
Ekonomi

Permintaan Daging Sapi di Medan Naik 20 Persen

×

Permintaan Daging Sapi di Medan Naik 20 Persen

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com| MEDAN- Kabar baik muncul dari tren permintaan daging sapi di pekan ini. Tren konsumsi daging masyarakat mengalami kenaikan setelah selama sebulan sebelumnya permintaan akan daging mengalami penurunan.

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menyebutkan, dari hasil pantauan di beberapa rumah potong hewan, terjadi peningkatan permintaan daging sapi yang mengalami lonjakan sekitar 20%.

“Bahkan, salah satu RPH terbesar berlokasi di Tanjung Morawa mengiyakan kalau tren permintaan daging sapi meningkat hingga hampir 3 kali lipat jika dibandingkan dengan realisasi terendah permintaan daging sapi selama Muharram,” katanya, Kamis (25/9/2020).

Meskipun katanya, pada dasarnya realisasi permintaan daging sapi yang meningkat saat ini. Masih lebih kecil 50% dibandingkan dengan permintaan daging sapi saat kondisi normal sebelum masa pandemic covid 19.

Baca Juga:   Lagi, BI Tahan Suku Bunga Acuan Lagi di Level 3,50 Persen

“Artinya, belum sepenuhnya geliat ekonomi masyarakat pulih. Masih bermaslah meskipun saat ini masih tetap mampu bertahan,”ujarnya.

Disisi lain, harga daging sapi nantinya tidak akan naik. Harga daging sapi akanbertahan di level 110 hingga 120 ribu per Kg nya. Tidak akan banyak berubah sekalipun permintaan naik. Namun, pemerintah harus mewaspadai kenaikankonsumsi daging sapi tersebut. Jangan sampai mengerek kenaikan harga komoditas lainnya.

“Berdasarkan data PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), tren harga di akhir tahun itu cenderung naik atau bertahan mahal. Nah, saat ini, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat masih bergerak stabil dan sudah berada di posisi yang ideal. Cuaca dan tren konsumsi yang naik bisa saja merubah pergerakan harga kedepan nantinya,” ujarnya.(MS11)

Baca Juga:   Dampak Perang Iran-AS, Ekonomi Global Terancam Resesi